GLOBALDETIK.COM | ACEH TIMUR – Hasil investigasi Media Ini Sabtu, 3 Mei 2025, menunjukkan kondisi memprihatinkan lapangan voli SMP Negeri 3 Rantau Peureulak. Kerusakannya bukan sekadar retak biasa; retakan membentang dari sudut ke sudut, terutama di area tengah, dengan permukaan terkelupas dan lubang-lubang kecil. Kondisi ini bukan hanya masalah estetika, tetapi ancaman serius terhadap keselamatan siswa yang berlatih dan bermain di atas permukaan yang rapuh dan tidak aman. Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi dan pengawasan proyek.
Dugaan kuat mengarah pada praktik pembangunan yang tidak profesional dan bertanggung jawab. Proyek dengan anggaran puluhan juta rupiah diduga menggunakan material berkualitas rendah – semen dan pasir yang tidak sesuai spesifikasi, mengakibatkan keretakan cepat dan meluas. Ini merupakan indikasi kuat penyimpangan serius dalam pengadaan dan penggunaan anggaran. Ketiadaan transparansi dan akuntabilitas dalam pengawasan proyek semakin mempertegas dugaan tersebut. Pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran yang diduga tidak tepat sasaran ini?
Ketidaksesuaian antara hasil pembangunan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur semakin memperkuat indikasi penyimpangan. Minimnya pengawasan selama proses pembangunan menghasilkan lapangan voli yang jauh dari standar keamanan dan kualitas yang diharapkan Anggaran yang seharusnya digunakan untuk fasilitas olahraga yang aman dan nyaman, justru menghasilkan bangunan berbahaya yang mengancam keselamatan siswa. Ini bukan hanya pemborosan anggaran, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah publik yang seharusnya diprioritaskan untuk kesejahteraan siswa.
Kondisi ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut etika dan moral. Bagaimana sebuah proyek prioritas, fasilitas sekolah yang vital bagi pendidikan, justru menghasilkan bangunan yang membahayakan siswa? Ketidakpedulian dan ketidakprofesionalan pihak-pihak terkait patut dikecam. Mereka telah lalai dalam menjalankan tanggung jawab dan mengabaikan amanah yang diemban. Akibatnya, keselamatan siswa terancam.
Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur wajib bertindak tegas dan bertanggung jawab. Investigasi menyeluruh harus dilakukan untuk mengungkap akar masalah dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran mutlak diperlukan untuk mencegah kejadian serupa dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Kegagalan dalam hal ini akan menjadi preseden buruk dalam pembangunan fasilitas pendidikan di Aceh Timur.
Perbaikan lapangan voli merupakan prioritas utama, selain investigasi dan penindakan. Lapangan yang aman dan layak harus segera dibangun kembali menggunakan material berkualitas tinggi dan sesuai spesifikasi. Proses pembangunan harus diawasi ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan bangunan. Pemerintah daerah tidak boleh mengabaikan keselamatan siswa hanya karena alasan anggaran. Prioritas keselamatan siswa harus di atas segalanya.
Kejadian ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek pembangunan fasilitas sekolah di Aceh Timur. Sistem pengawasan yang lemah dan kurangnya akuntabilitas telah menimbulkan kerugian besar, baik finansial maupun yang lebih penting, keselamatan siswa. Perbaikan sistem dan penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan pembangunan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan aman bagi generasi penerus bangsa. Kepercayaan publik harus dipulihkan
(Red)

