GLOBALDETIK.COM | ACEH TIMUR – Khanduri blang (kenduri sawah) merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang diwariskan oleh para leluhur. Tradisi ini dilaksanakan oleh para petani sebagai bentuk syukuran dan doa bersama setiap kali memasuki musim tanam padi.
Dalam prosesi tersebut, turut dilakukan peusijuk (tepung tawar) terhadap berbagai peralatan pertanian, termasuk traktor, yang kini menjadi bagian dari sistem pertanian modern. Salah satu kegiatan khanduri blang ini digelar oleh para petani di Desa Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.
Melalui doa bersama ini, masyarakat berharap agar hasil panen tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Kita berdoa agar tanaman padi terhindar dari serangan hama seperti tikus dan berbagai penyakit, mulai dari masa tanam hingga panen tiba,” ujar Firdaus, Ketua Kelompok Tani Suka Damai, Desa Tanjong Minjei.
Anggota Komisi II DPRK Aceh Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahmuddin—yang akrab disapa Abang Tanjong Minjei—turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa khanduri blang merupakan bagian penting dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional di Kabupaten Aceh Timur

“Khanduri blang adalah tradisi masyarakat Aceh yang dilakukan sebelum mulai bercocok tanam. Tujuannya adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah,” tutur Mahmuddin saat diwawancarai oleh Globaldetik.com pada Senin (5/5/2025).
Kehadiran Mahmuddin dalam acara tersebut menunjukkan perhatian dan dukungan nyata dari wakil rakyat terhadap sektor pertanian, yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Aceh Timur serta sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut penyuluh pertanian Kecamatan Madat, Ketua Kelompok Tani Suka Damai, para petani setempat, Keujruen Blang, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
(AR)

