Ketua Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh Utara menyampaikan imbauan penting kepada seluruh pihak penyelenggara dan peserta gerakan Antar Anak ke Sekolah, agar senantiasa memperhatikan dan menjaga perasaan anak yatim dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam pernyataannya, Ketua PWO Aceh Utara menegaskan bahwa gerakan mulia ini bertujuan melindungi dan memudahkan akses pendidikan anak, namun perlu disusun dengan kepekaan sosial yang tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi semangat gerakan Antar Anak ke Sekolah yang digalakkan berbagai pihak. Namun, kami mengingatkan agar dalam pelaksanaannya jangan sampai ada perlakuan atau pembedaan yang tanpa sadar melukai hati anak yatim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anak yatim seringkali memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perhatian dan perlakuan orang lain. Hal-hal yang dianggap sepele seperti pengelompokan peserta, pemberian simbol perhatian, hingga ucapan-ucapan yang kurang tepat, berpotensi membuat mereka merasa berbeda, tersisih, atau sedih karena kehadiran sosok orang tua yang tidak mereka miliki.

“Kegiatan ini harusnya menjadi momen untuk memeluk dan memberi semangat yang sama besarnya kepada seluruh anak. Jangan biarkan niat baik justru menjadi alasan mereka merasa sedih sendirian. Mari kita pastikan setiap anak merasa diperhatikan, dihargai, dan diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang keluarganya,” tambahnya.

Ketua PWO juga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan lembaga terkait, serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat, dapat menyusun panduan pelaksanaan yang lebih inklusif, melibatkan pembina atau pendamping yang mengerti kondisi anak, serta menjadikan kegiatan ini sarana mempererat kasih sayang dan persaudaraan.

“Gerakan ini akan bernilai sepenuhnya jika selain mengantar mereka sampai ke gerbang sekolah, kita juga mengantar hati mereka dengan rasa aman, bangga, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *