
Tiga calon kandidat kepala desa yang bertarung dalam perhelatan ini menunjukkan sikap kedewasaan berdemokrasi melalui gelaran Aksi Damai.
Momen saling sapa dan keakraban antar calon ini dinilai menjadi teladan positif bagi pelaksanaan Pilkades di desa-desa lainnya.selasa/08/2026.

Kandidat nomor urut 1, Junaidi, menyampaikan apresiasi atas hadirnya para pesaing politiknya dalam kegiatan deklarasi damai tersebut.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dan pendapat merupakan hal lazim, namun tujuan utama tetap satu, yaitu kemajuan desa.
”Terima kasih kepada adik-adik kami nomor urut 2 dan 3 yang telah berkenan hadir dalam Aksi Damai ini.
Walaupun kita beda pendapat dan beda pilihan, tujuan kita tetap satu: membangun dan memajukan Buluh Dori tercinta,” ujar Junaidi.
Ia juga mengimbau seluruh pendukung dari masing-masing pasangan calon untuk menjaga persatuan.
“Pesan kami kepada seluruh pendukung nomor 1, 2, dan 3, jaga dan pertahankan kekompakan.
Jangan mudah terhasut oleh oknum yang tidak senang dengan kedamaian dan kemajuan kampung kita,” tambahnya.


Senada dengan hal tersebut, kandidat nomor urut 2 Basri
turut menyuarakan pentingnya menjaga kondusivitas selama tahapan Pilkades berlangsung.
Ia mengimbau agar kompetisi politik ini tidak memecah belah silaturahmi yang telah terjalin antarwarga.

Sementara itu, kandidat nomor urut 3, Amir Faisal
menekankan bahwa ajang Pilkades bukanlah tempat untuk saling berkonfrontasi, melainkan wadah adu gagasan dan visi untuk masa depan desa.
”Kita bukan mencari konfrontasi, melainkan bagaimana kita bisa menyampaikan visi dengan baik.
Damai itu indah, dan yang paling utama kita harus tetap menjaga tali persaudaraan,” tegas Faisal.
Sikap saling merangkul dari ketiga kandidat ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat.
Keharmonisan para calon diharapkan dapat menciptakan iklim pemilihan yang aman, tenteram, dan demokratis hingga tahapan pemungutan suara selesai.
Sikap rukun dan saling merangkul yang ditunjukkan oleh tiga calon kepala desa pada Aksi Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Buluh Dori, KM 11, mendapat respon positif dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) Kota Subulussalam, Hamdansyah, S.E., M.M.,memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedewasaan politik yang ditunjukkan para kandidat.
Menurut Hamdansyah, S.E., M.M., momen kebersamaan yang ditunjukkan oleh kandidat nomor urut 1 Junaidi, kandidat nomor urut 2, Basri
dan kandidat nomor urut 3 Amir Faisal merupakan teladan nyata berdemokrasi yang patut dicontoh oleh desa-desa lain.
”Apa yang ditunjukkan oleh ketiga calon di Desa Buluh Dori ini sangat menginspirasi.
Kompetisi politik di tingkat desa seharusnya memang menjadi ajang adu gagasan dan kebaikan, bukan tempat untuk saling berkonfrontasi atau memecah belah persaudaraan,” ujar Hamdansyah.
Ia juga mengimbau agar semangat kedamaian, kerukunan, dan pesan persatuan yang telah disepakati para calon terus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat serta tim pendukung hingga seluruh rangkaian tahapan Pilkades selesai.
Rd

