SUBULUSSALAM Globaldetik.com Wacana penyerahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah menuai sorotan dari masyarakat dan para mitra. Langkah tersebut dinilai kurang tepat karena kantin sekolah dianggap belum memiliki kesiapan dari segi fasilitas, manajemen, hingga standar kesehatan.jum’at 11/09/2026.Wacana tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan mekanisme penyediaan dan pengolahan makanan MBG. Selama ini, pelaksanaan MBG antara lain melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit pelayanan yang menyediakan makanan bagi penerima manfaat.
Ali sahadat wain tokoh subulussalam yang juga merupakan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simpang Kiri Subulussalam 4 Kota Subulussalam Di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya, menyatakan bahwa model pengelolaan MBG saat ini melalui SPPG yayasan sudah sangat ideal dan berpotensi terganggu jika dialihkan ke kantin sekolah.
Di tengah adanya pembahasan mengenai kemungkinan pemanfaatan fasilitas sekolah, Ali sahadat wain
meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi para pengelola dapur MBG yang telah melakukan investasi dan menyiapkan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan program.
Sejauh ini, keberadaan SPPG Simpang Kiri Subulussalam 4 Simpang Kiri Kota Subulussalam Yayasan Manunggal Kartika Jaya Anak terbukti tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi siswa, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal. Kemitraan yang terjalin membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta menyerap produk-produk pertanian dan bahan pangan lokal.
Warga dan mitra berharap pemerintah tetap mempertahankan mekanisme pengelolaan MBG berbasis SPPG yayasan dan pesantren agar pemenuhan gizi generasi muda tetap terjamin secara aman, higienis, dan akuntabel.

