Langsa — Menjelang penetapan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Keumuneng Kota Langsa, perhatian publik terhadap proses seleksi semakin meningkat. Sejumlah pihak meminta agar figur yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan, pengalaman, serta integritas untuk membenahi pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Mantan Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kota Langsa, Muhammad Gunawan Ilyas, ST, menegaskan bahwa jabatan Dirut PDAM bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang membutuhkan pemimpin dengan kemampuan teknis, manajemen perusahaan, serta pemahaman mendalam terhadap persoalan pelayanan air minum.

Menurutnya, PDAM Tirta Keumuneng membutuhkan sosok yang mampu bekerja berdasarkan kompetensi dan pengalaman, bukan karena kedekatan maupun kepentingan tertentu.
“Pertama, harus mengutamakan figur yang memiliki pengalaman dan kemampuan teknis serta manajerial yang mumpuni, terutama yang memahami dunia PDAM dan pernah memiliki pengalaman di bidang tersebut,” ujar Muhammad Gunawan Ilyas, Kamis (17/9/2026).

Ia menilai, rekam jejak menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas seorang calon pimpinan perusahaan daerah. Seorang Dirut harus mampu memahami persoalan produksi, distribusi, pelayanan pelanggan, hingga tata kelola perusahaan secara profesional.

“Dirut PDAM harus memiliki kapasitas dan integritas berdasarkan pengalaman yang telah dijalankan, sehingga mampu membawa perusahaan menjadi lebih baik dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.

Muhammad Gunawan juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi PDAM sebagai perusahaan milik daerah. Menurutnya, pimpinan BUMD harus terbebas dari konflik kepentingan agar seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.

“Calon Dirut sebaiknya bukan pengurus partai politik ataupun anggota legislatif, agar dapat fokus menjalankan tugas dan menjaga profesionalitas perusahaan,” tegasnya.
Ia juga meminta agar Dirut yang nantinya terpilih tidak merangkap jabatan, sehingga memiliki waktu dan tanggung jawab penuh dalam memimpin PDAM Tirta Keumuneng.

Lebih lanjut, Muhammad Gunawan berharap proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan berdasarkan prinsip meritokrasi dengan mempertimbangkan kemampuan, pengalaman, serta rekam jejak calon.

“Jangan sampai penunjukan Dirut PDAM mencederai nilai objektivitas dan harapan masyarakat. Perusahaan air minum daerah membutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu bekerja dan memberikan solusi terhadap persoalan pelayanan air bersih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *