​SUBULUSSALAM Globaldetik. Com Pemerintah Kampong Buluh Dori, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mengambil langkah proaktif dalam menyelesaikan persoalan agraria di wilayahnya. Bertempat di Kantor Desa Buluh Dori, Pj. Kepala Kampong Mihardi memimpin langsung jalannya rapat sosialisasi dan mediasi terkait sengketa lahan antara warga masyarakat dengan pihak PT Sirma Pratama Nusa, Jumat (25/9/2026).

​

Kegiatan penting ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan warga yang bersengketa. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) turut memperkuat jalannya musyawarah, di antaranya tampak hadir Bhabinkamtibmas Suhendra dan Babinsa Ahmad Yani yang mengawal keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

​Agenda Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi
​Rapat sosialisasi ini digelar menindaklanjuti undangan resmi Pemerintah Kampong Buluh Dori Nomor: 233/1175.01.2004/2026 yang diterbitkan sehari sebelumnya, Kamis (24/9/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk membahas status tanah ulayat maupun lahan milik warga yang diklaim oleh pihak perusahaan PT Sirma Pratama Nusa.

 

​Dalam sambutannya, Pj. Kepala Kampong Buluh Dori, Mihardi, menekankan pentingnya dialog terbuka dan kekeluargaan dalam mencari solusi atas permasalahan klaim lahan tersebut agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.

​”Kami berharap melalui forum sosialisasi dan musyawarah ini, seluruh pihak dapat duduk bersama mendengarkan duduk perkara secara transparan. Pemerintah desa berkomitmen untuk mengawal hak-hak masyarakat sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kampong Buluh Dori,” ujar Mihardi.

​Sinergi TNI-Polri Jaga Kondusivitas
​Kehadiran Bhabinkamtibmas Aiptu suhendr dan Babinsa Serda ahamad yani mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan warga yang hadir. Keduanya berperan aktif memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tetap tenang, menempuh jalur musyawarah yang konstitusional, serta menghindari tindakan anarkis yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

​Hingga penghujung acara, mediasi berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Sejumlah poin aspirasi warga telah dicatat oleh pihak pemerintah desa untuk kemudian dijadikan bahan tindak lanjut dalam perundingan lanjutan bersama manajemen PT Sirma Pratama Nusa.

RD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *