SUBULUSSALAM —Globaldetik.com Tiap kali hujan deras mengguyur, warga Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, terpaksa harus mengelus dada. Pasalnya, kombinasi antara jembatan rusak, talud ambrol, dan debit air sungai yang meluap bikin ancaman banjir terus membayangi aktivitas harian mereka.
Kondisi infrastruktur di sekitar Sungai Cepu Indah memang sudah terbilang memprihatinkan. Jembatan utama yang menjadi akses vital warga terlihat makin rapuh. Tak hanya itu, talud penahan tebing sungai yang dibangun sejak 2012 lalu juga hancur di beberapa titik akibat diterjang derasnya arus sungai.
Warga menegaskan bahwa masalah ini bukanlah cerita baru, melainkan agenda tahunan yang selalu berulang setiap musim penghujan. Jenuh dengan rasa cemas yang tak kunjung usai, masyarakat mendesak Wali Kota Subulussalam bersama BPBD dan instansi terkait untuk segera mengecek lokasi secara langsung.
“Kami minta Pemkot Subulussalam jangan menutup mata. Jembatan rusak, talud hancur, tiap musim hujan kami selalu dihantui banjir,” cetus salah seorang warga.
Harapan masyarakat sebenarnya sederhana: mereka tak ingin pemerintah baru sibuk datang setelah ada korban atau saat banjir sudah merendam rumah.
Warga juga mendorong agar Desa Subulussalam Timur resmi dimasukkan ke dalam lokus bencana, sehingga penanganannya bisa masuk perencanaan jangka panjang dan tidak sekadar jadi solusi tambal sulam.

