Nagan Raya – Di antara hamparan sawah yang menjadi tumpuan hidup masyarakat, saluran irigasi memegang peran penting. Ketika aliran air tersendat, bukan hanya tanah yang menunggu basah, melainkan juga harapan petani akan panen yang baik.

Persoalan itulah yang membawa Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, turun langsung meninjau sejumlah saluran irigasi di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Rabu (22/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan setelah ia menerima aspirasi masyarakat mengenai saluran irigasi yang membutuhkan perbaikan. Keluhan itu disampaikan oleh sejumlah keuchik, camat, dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Suka Makmue dan Kecamatan Kuala.

Ada tiga titik yang menjadi perhatian, yakni Desa Alue Gajah dan Blang Sapek di Kecamatan Suka Makmue, serta Desa Blang Teungoh di Kecamatan Kuala.

Di lokasi-lokasi itu, Jamaluddin melihat langsung kondisi saluran yang dikeluhkan masyarakat. Baginya, aspirasi yang disampaikan warga perlu ditindaklanjuti dengan melihat persoalan di lapangan, bukan sekadar mendengarnya dari kejauhan.

“ Kami langsung turun ke titik lokasi yang sudah disampaikan oleh masyarakat, dan secara langsung sudah kami lihat kondisinya,” kata Jamaluddin kepada awak media, Rabu (22/10/2026).

Ia mengatakan, hasil peninjauan dan berbagai aspirasi petani akan disampaikan kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Irigasi dan Harapan Petani

Bagi petani, irigasi bukan sekadar bangunan beton atau saluran yang membelah lahan. Infrastruktur itu menjadi urat nadi pertanian, mengalirkan air yang menentukan keberlangsungan pengolahan sawah hingga masa panen tiba.

Gangguan pada saluran pengairan dapat berdampak terhadap aktivitas pertanian dan berpotensi memengaruhi hasil produksi. Karena itu, perbaikan irigasi menjadi salah satu kebutuhan penting yang disuarakan masyarakat Nagan Raya.

“ Salah satu infrastruktur yang penting bagi petani adalah irigasi, terutama dalam mendukung aktivitas pengolahan sawah. Jika saluran pengairan air ke sawah warga terganggu, maka sangat berpengaruh pada hasil produksi,” ujarnya.

Jamaluddin menegaskan, ia akan berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan para petani.
Ia berharap, hasil peninjauan tersebut menjadi bahan bagi pihak terkait untuk mengambil langkah lanjutan, sehingga persoalan irigasi yang dikeluhkan warga tidak berhenti sebagai catatan kunjungan semata.

Sebab, bagi petani, waktu memiliki hitungannya sendiri. Musim tanam tak selalu bisa menunggu, sementara kebutuhan air terus berjalan mengikuti denyut kehidupan di sawah.

Kini, harapan masyarakat di Alue Gajah, Blang Sapek, dan Blang Teungoh bertumpu pada tindak lanjut dari hasil peninjauan tersebut. Mereka menanti agar aspirasi yang telah disampaikan berujung pada perbaikan nyata, sehingga aliran air kembali mendukung produktivitas pertanian dan kehidupan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *