Aceh-Subulussalam.Globaldetik.Com Sekat birokrasi dan kekakuan hubungan antar-instansi hukum perlahan runtuh lewat cara yang tak terduga: raket dan bola tenis. Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil memilih jalur diplomasi olahraga untuk mempererat koordinasi demi pelayanan hukum yang lebih baik bagi masyarakat.
Sabtu pagi ini, Lapangan Tenis Pengadilan Negeri Singkil menjadi saksi keakraban yang jarang terlihat. Kejaksaan Negeri Subulussalam dan Pengadilan Negeri Singkil menggelar pertandingan tenis persahabatan, ide yang digagas langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subulussalam, Andie Saputra, SH.
Bukan sekadar ajang berkeringat, kegiatan ini punya misi khusus: memperkenalkan jajaran Jaksa Fungsional baru yang baru saja lulus Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) kepada rekan-rekan hakim.
“Di ruang sidang kita berhadapan dengan aturan dan prosedur yang kaku. Di lapangan ini, kita saling mengenal sebagai sesama manusia. Jaksa muda yang baru bergabung perlu kenal dekat dengan rekan hakimnya, agar nanti saat menangani perkara, komunikasi berjalan luwes tanpa hambatan,” ujar Andie Saputra di sela-sela pertandingan yang penuh tawa dan sportivitas.
Kegiatan yang dimulai dengan sarapan bersama ini dihadiri langsung Ketua PN Singkil beserta jajaran hakim dan panitera, serta diikuti para Kepala Seksi hingga jaksa muda dari Kejari Subulussalam. Lewat interaksi santai ini, kedua lembaga berharap bisa memangkas potensi miskomunikasi yang sering muncul dalam proses peradilan, sekaligus membangun budaya kerja yang lebih humanis di tengah tumpukan beban kasus sehari-hari.
Masyarakat luas menyambut baik langkah ini. Sinergi yang dibangun mulai dari tataran personal diyakini akan memperkuat integritas penegakan hukum, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan di wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil semakin kokoh.

