Globaldetik.com| Langsa – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Langsa mulai memperkuat konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kota Langsa.

Kegiatan yang dirangkai dengan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk masa bakti 2026–2031 tersebut digelar di Cafe Liqa Kupi, Kota Langsa, Selasa (22/9/2026).

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua agenda. UKK calon Ketua DPAC berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Musancab DPAC se-Kota Langsa pada pukul 13.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah DPC PKB Kota Langsa dalam membangun dan memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan. DPAC sendiri merupakan struktur organisasi PKB di tingkat kecamatan yang berada di bawah DPC.

UKK turut dihadiri Jafaruddin, S.IP., yang bertindak sebagai tim penguji dari DPW PKB Aceh. Selain jajaran pengurus DPC PKB Kota Langsa, hadir pula unsur Dewan Syura serta para calon pengurus DPAC dari seluruh kecamatan di Kota Langsa.

Ketua DPC PKB Kota Langsa, Chaidir Toweren, mengatakan konsolidasi kali ini membawa semangat yang berbeda. Ia menyebut berbagai latar belakang yang ada di dalam partai diarahkan untuk menyatu dalam satu kekuatan organisasi.

“PKB Kota Langsa yang ada hari ini dengan gaya berbeda. Hadir dari berbagai warna, melebur menjadi satu di warna hijau,” ujar Chaidir.

Mengenai target politik, Chaidir menyampaikan bahwa PKB tidak perlu menetapkan sasaran yang terlalu tinggi tanpa perhitungan. Namun, ia menilai partai tetap harus memiliki keberanian untuk memasang target yang realistis sekaligus membuka ruang bagi pencapaian yang lebih besar.

“Kita tak perlu menargetkan terlalu melambung. Cukup pecah telur. Kalau Allah SWT mengizinkan, kita juga siap bila diberi satu fraksi,” katanya.

Menurut Chaidir, target tersebut harus diikuti dengan kerja organisasi yang nyata. Penguatan struktur DPAC menjadi salah satu instrumen untuk menerjemahkan konsolidasi di tingkat pimpinan menjadi aktivitas organisasi hingga ke masyarakat.

Pembentukan DPAC, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administratif partai. Struktur di tingkat kecamatan diharapkan mampu menjadi bagian dari mesin organisasi yang bekerja secara terukur dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Jafaruddin, S.IP., dalam orasi politiknya mengingatkan para kader dan calon Ketua DPAC agar tidak berkecil hati melihat kondisi politik saat ini.

Ia menyampaikan bahwa peta politik dapat berubah dan peluang tetap terbuka bagi partai yang mampu memperkuat struktur, melakukan konsolidasi, serta memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik,” tegas Jafaruddin.

Ia mencontohkan dinamika politik di sejumlah daerah di Aceh. Menurutnya, terdapat partai yang sebelumnya belum memiliki kursi di parlemen, tetapi kemudian mampu berkembang hingga memperoleh satu fraksi dan bahkan merebut salah satu posisi pimpinan DPRD.

Atas dasar itu, Jafaruddin mendorong kader serta para calon Ketua DPAC PKB Kota Langsa untuk membangun keyakinan, menjaga semangat kerja, dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Pelaksanaan UKK menjadi salah satu tahapan untuk mengukur kesiapan calon pengurus partai di tingkat kecamatan. Sementara Musancab menjadi forum organisasi dalam rangka memperkuat serta melengkapi struktur kepengurusan DPAC.

Dalam AD/ART PKB, Musancab antara lain memiliki kewenangan menetapkan pokok-pokok program DPAC untuk masa kepengurusan lima tahun serta melengkapi kepengurusan DPAC.

Rangkaian UKK dan Musancab tersebut menjadi bagian dari konsolidasi DPC PKB Kota Langsa dalam membangun struktur organisasi baru di tingkat kecamatan. Kepengurusan DPAC yang terbentuk diharapkan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi penghubung antara partai dan masyarakat.

Dengan terbentuknya struktur DPAC se-Kota Langsa, DPC PKB berharap kader dapat bergerak dalam satu garis organisasi, memperkuat basis di setiap kecamatan, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Target “pecah telur” yang disampaikan Chaidir pun menjadi bagian dari tantangan bagi struktur baru PKB Kota Langsa untuk menerjemahkan konsolidasi organisasi menjadi kerja politik di lapangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *