Globaldetik.com Aceh Utara— Kecintaan mendalam terhadap Nabi Muhammad SAW ditunjukkan oleh Maulidin, seorang warga Gampong Keutapang, Kecamatan Tanah Pasir, di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang jauh dari kata layak, Maulidin rela menjual telepon genggam (HP) miliknya demi bisa menyelenggarakan peringatan hari lahir Rasulullah SAW di rumahnya.(27/9/2026)

​Maulidin dan ibu nya khalidah yang mata sudah lama rabun dan tua sakit sakitan diketahui telah menghuni gubuk reot beratap rumbia dan berdinding spanduk Caleg (calon legislatif) dan Cabup (calon bupati) selama puluhan tahun, setiap periode setelah pemilu maulidin selalu memperbaiki dinding rumah nya dengan menempelkan spanduk calon dewan perwakilan dan calon pemimpin daerah kabupaten tempat dia tinggal

Gubuk yang sudah miring dan kerap bocor saat hujan deras tersebut tidak menyurutkan niat serta tekadnya untuk memuliakan peringatan Maulid Nabi.

​Bagi masyarakat Aceh, tradisi memperingati Maulid Nabi atau Kanduri Maulid merupakan momen keagamaan yang sangat diagungkan. Namun bagi Maulidin, menghidangkan makanan dan menyambut tetangga membutuhkan perjuangan besar. Tanpa penghasilan tetap, satu-satunya aset berharga yang dapat ia cairkan dengan cepat hanyalah sebuah HP tua miliknya.

​Uang hasil penjualan HP tersebut ia pergunakan seluruhnya untuk membeli bahan-bahan pokok serta kebutuhan kenduri sederhana di gubuk tempat tinggalnya.

Saat ditanya awak media dari panee peng keuh maulidin ka peugoet maulid..dalam bahasa aceh yang kurang paseh dia menjawab..ku ek uu gob ijok peng…ku ramet bieng..Peng jeut tamica yom…kupeusapat sipoh yibe Sabee..hansep peng kupuboe HP..Yoeng gayak kuh khajuri molid bak yumoeh yoeng titiep thon..amanah geuyu yee abu chik Yoeng awai..

Dari mana ​uang untuk buat acara maulid dari hasil upah manjat kelapa disuruh orang, mencari kepiting,uang bisa dicari lagi..saya tabung sepuluh ribu tiap hari..tidak cukup uang saya jual HP..saya suka memperingati maulid nabi dirumah saya setiap tahun..ingat pesan kakek dulu” Ungkap maulidin

Maulidin juga mengatakan biasanya setiap tahun dia mengundang dua grup zikir tapi untuk tahun ini hanya bisa satu grup saja di karena kan tabungan yang dia punya tahun ini kurang

​Harapan Uluran Tangan Bantuan Rumah Layak Huni sangat dibutuhkan maulidin dan ibunya agar rumahnya bisa ditempati dengan layak supaya tidak bocor dan kedinginan lagi saat tidur di malam hari

Maulidin juga berharap bantuan kepada pihak manapun untuk membantu rumah layak huni,puluhan tahun sudah menanti namun Allah belum memberikan rezeki ,sedih sih karena sudah banyak yang datang foto foto bahkan KTP dan KK udah beberapa kali diminta namun bantuan rumah belum kunjung Kami peroleh.

​Aksi ketulusan Maulidin ini menyentuh hati warga setempat. Di balik keteguhan iman dan keikhlasannya, kondisi hunian Maulidin yang memprihatinkan menjadi perhatian tersendiri.dia dikenal anak yang baik dan sayang sekali sama ibunya

​Masyarakat sekitar berharap adanya kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun para dermawan untuk mengulurkan bantuan perbaikan rumah layak huni (RTLH) bagi Maulidin dan ibu nya, agar ia dapat berteduh dengan lebih aman dan layak di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *