Globaldetik.com | KOTA LANGSA – Suasana khidmat menyelimuti halaman Mapolres Langsa pada Rabu (15/04/2025). Upacara tradisi pisah sambut Kapolres lama, AKBP Andy Rahmansyah, SIK, SH, MH, dan Kapolres baru, AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, SIK, digelar dengan prosesi Pedang Pora yang penuh makna. Upacara ini menjadi simbol penghormatan dan peralihan tanggung jawab kepemimpinan di Polres Langsa.
AKBP Andy Rahmansyah, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh jajaran selama 15 bulan memimpin Polres Langsa. Ia menyebut keberhasilan pelaksanaan Pilkada dan berbagai tugas lainnya sebagai hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel. Ungkapan syukur dan terima kasih ini mencerminkan kepemimpinan yang menghargai kontribusi setiap anggota.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan pertanggungjawaban, AKBP Andy juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama bertugas. Sikap rendah hati ini menunjukkan integritas dan profesionalisme seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Ia berharap Polres Langsa semakin maju di bawah kepemimpinan yang baru.
AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, SIK, Kapolres Langsa yang baru, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh jajaran. Ia merasa terhormat disambut dengan upacara Pedang Pora, sebuah tradisi yang menunjukkan penghormatan dan kebanggaan. Kembalinya AKBP Mughi ke Langsa, kota yang pernah menjadi tempat tugasnya, menambah nuansa emosional pada acara tersebut.
AKBP Mughi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program baik yang telah dijalankan oleh pendahulunya. Hal ini menunjukkan kesinambungan program kerja dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Langsa. Ia mengajak seluruh personel untuk bekerja sama dan bahu membahu dalam menjalankan tugas.
Upacara pisah sambut ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menjaga stabilitas dan kinerja Polres Langsa. Pergantian kepemimpinan diharapkan dapat membawa semangat baru dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjaga kelanjutan program-program yang telah dibangun.

