Bupati Aceh Tamiang Drs. Armia Pahmi menyerahkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat korban bencana hidrometeorologi, Rabu (28/1).

ACEH TAMIANG, GLOBALDETIK.COM – Harapan baru hadir bagi masyarakat terdampak bencana alam hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada hari ini, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) mulai disalurkan secara simbolis Dirjen Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, kepada ratusan warga penerima manfaat.

​Bantuan tunai sebesar Rp1.800.000 per kepala keluarga (KK) tersebut diserahkan kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan saat ini tidak menempati fasilitas Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap). Nominal ini merupakan total bantuan untuk masa 3 bulan, dengan rincian Rp600.000 per bulan.

​Penyaluran tahap awal ini diberikan kepada 259 warga dari tiga wilayah, yakni Kecamatan Bendahara, Kecamatan Bandar Mulia, dan Kecamatan Kejuruan Muda. Ketiga kecamatan tersebut mendapatkan prioritas karena menjadi yang paling cepat dan responsif dalam mengirimkan kelengkapan data administrasi serta hasil verifikasi validasi warga terdampak.

​”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Camat dan perangkat desa di tiga kecamatan ini. Kecepatan mereka dalam memvalidasi data menjadi kunci sehingga masyarakatnya bisa mulai menerima hak DTH ini lebih awal,” Ujar Bupati Drs. Armia Pahmi.

​Bantuan DTH ini bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB. Penggunaan anggaran pusat (APBN) ini ditujukan untuk memastikan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal tetap memiliki biaya untuk menyewa hunian yang layak selama proses rehabilitasi berlangsung.

​Drs. Armia Pahmi menegaskan bahwa kehadiran langsung Kepala BNPB di tengah masyarakat adalah bukti nyata kepedulian pemerintah. “Bencana ini bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian ketangguhan kita sebagai warga.

Kehadiran negara hari ini melalui bantuan DTH adalah langkah awal untuk membantu bapak dan ibu memenuhi kebutuhan hunian sementara selama proses pemulihan dan rekonstruksi berjalan,” jelas Bupati.

​Bupati Armia juga berpesan kepada para Camat agar terus melakukan pendampingan kepada warga dan memastikan bantuan tepat sasaran. Beliau meminta masyarakat yang sedang dalam proses verifikasi untuk tetap bersabar.

​”Kami pastikan setiap warga yang rumahnya rusak berat, sedang, maupun ringan akan mendapatkan haknya sesuai hasil validasi. Untuk kategori rusak berat, kita sedang upayakan bantuan stimulan pembangunan rumah dengan nilai mencapai Rp60 juta. Mari kita kawal bersama agar proses ini berjalan transparan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *