SIGAR P. BERUTU HARAP JADI MOTIVASI GENERASI MUDA, TARGET JADI GURU BESAR SEBELUM USIA 40 TAHUN
SUBULUSSALAM –Globaldetik.com Kebanggaan kembali menyelimuti Kota Subulussalam. Salah satu putra daerah kelahiran Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Sigar P. Berutu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Doktor Hukum pada usia yang masih sangat muda, yaitu 31 tahun.

Ujian Terbuka Promosi Doktor yang menjadi puncak perjuangan akademiknya dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Sigar lahir di Desa Jontor pada 29 Desember 1994, dan seluruh jenjang pendidikan dasarnya ia tempuh di kampung halaman.
Perjalanan pendidikan Sigar dimulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jontor. Setelah lulus, ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Penanggalan, kemudian menamatkan pendidikan menengah atas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Melangkah ke jenjang perguruan tinggi, Sigar memilih menempuh studi Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Prima Indonesia dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 2018. Berkat prestasinya, ia mendapatkan beasiswa calon dosen internal kampus untuk melanjutkan pendidikan Magister Hukum di universitas yang sama, dan menyandang gelar Magister Hukum (M.H.) pada tahun 2020.
Tiga tahun lalu, tepatnya pada 2021, Sigar resmi diangkat sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Prima Indonesia. Setahun kemudian, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Sarjana Ilmu Hukum, dan saat ini telah mencapai jabatan fungsional akademik Lektor.
Di tengah kesibukan mengajar dan tugas struktural, Sigar melanjutkan studi doktoral melalui beasiswa struktural di kampus yang sama. Dalam disertasinya, ia mendalami bidang hukum lingkungan dengan fokus pada isu deforestasi, serta mengembangkan konsep baru bernama Green Sovereignty Liability. Konsep ini menempatkan kedaulatan negara bukan hanya sebagai hak mengelola sumber daya alam, melainkan juga landasan tanggung jawab ekologis untuk mencegah kerusakan serta menjamin pemulihan lingkungan.
“Sebagai putra Desa Jontor dan Kota Subulussalam, saya berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di daerah. Tempat kita dilahirkan bukanlah batas untuk mencapai pendidikan setinggi-tingginya. Dengan kemauan, kerja keras, dan kesempatan, siapa pun dapat terus berkembang dan meraih cita-cita,” ujar Sigar seusai ujian promosi.
Ia pun telah menetapkan target selanjutnya: meraih jabatan Profesor atau Guru Besar sebelum usia 40 tahun.
“Target ini bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan dorongan agar saya terus produktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Sigar berharap ilmu yang dimilikinya kelak dapat memberikan manfaat luas, khususnya bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan sumber daya manusia di Kota Subulussalam.//raja uli//

