Globaldetik.com|Aceh Utara – SMK Negeri 1 Lhoksukon menyambut peserta didik baru Tahun ajaran 2026/2027 dengan semangat berbeda.Selain Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini sekolah mendukung penuh “Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMAS) Ke Sekolah”.
Kepala SMK Negeri 1 Lhoksukon, Saiful Bahri, S. Pd.,M.E. I., mengatakan gerakan ini mengajak orang tua dan wali murid untuk mengantar siswa tidak hanya di depan pintu rumah, tetapi sampai kepintu gerbang sekolah. Semangat baru terasa di halaman SMK Negeri 1 Lhoksukon, Senin (13/7/2026). Sebanyak 248 siswa baru resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 5 hari ke depan. MPLS bukan ajang perpeloncoan, melainkan jembatan agar siswa baru cepat beradaptasi.“MPLS tujuannya mengenalkan visi, misi, tata tertib, dan budaya sekolah. Kami ingin anak-anak nyaman, tidak takut, dan langsung fokus belajar,” ujarnya.
“Mengantar itu mudah.Tetapi mengantar dengan hati itu yang kami tekankan.
Kami ingin setiap anak, khususnya anak yatim dan dhuafa, berangkat ke sekolah dengan aman, bangga, dan penuh kasih sayang,” ujar Saiful Bahri, Senin,13 Juli 2026.
Menurutnya, hari pertama sekolah sangat menentukan semangat belajar siswa selama setahun kedepan.
Karena itu SMK Negeri 1 Lhoksukon membuka posko relawan dan mengajak seluruh warga sekolah terlibat “peran aktif orang tua dan wali murid siswa”demi masa depan mereka.
“Di SMK Negeri 1 Lhoksukon kita tidak hanya mencetak lulusan yang terampil, tapi juga memastikan mereka berangkat dengan kepala tegak dan hati yang tenang,” tutupnya.
Hal senada juga di sampaikan, Zainal Abidin, wali dari salah satu peserta didik baru – Ia mengaku terharu dengan sambutan pihak sekolah.
” Ternyata mengantar anak sampai pintu gerbang rasanya beda.Anak saya juga lebih semangat dan percaya diri masuk sekolah.
Terimakasih kepada Kepala Sekolah dan semua pihak SMK Negeri 1 Lhoksukon, sudah ingatkan kami para orang tua dan wali murid baru,”ungkap Zainal.
Hari pertama MPLS rasanya dada sesak karena gugup, berdiri di lapangan dengan seragam baru sambil mencoba mengenal guru dan dan teman kakak kelas yang belum dikenal. Walau terasa lelah karena materi yang padat, tapi di sela itu muncul tawa saat keakraban dan rasa bangga kecil ketika akhirnya berani mengemukakan pendapat di depan umum. Rasa lega bercampur haru ternyata lingkungan yang awalnya menakutkan berubah jadi tempat yang hangat, dan membuat sadar bahwa saya telah menjadi siswa SMK “aku yang baru” sudah berubah jadi “kita bagian dari sekolah ini”. Demikian Ungkapan siswi Nahya Fajar Rini di sela-sela kegiatan MPLS berlangsung.
Informasi Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini:
*Jumlah siswa baru 248
*Jumlah anak yatim 23
*Jumlah dhuafa 12
Data diperoleh dari Panitia Penerimaan Siswa Baru, Syarifuddin, SS.T.
Penulis: Balia

