Globaldetik.com | ACEH UTARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon menggelar kegiatan skrining HIV/AIDS dan TB bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah ini terlaksana atas kerjasama pihak Lapas dengan Puskesmas Lhoksukon sebagai upaya deteksi dini dan pemenuhan hak kesehatan bagi para WBP. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan secara bergantian berlangsung pada Selasa (14/07/2026) di Ruang Serbaguna Lapas setempat.

Proses skrining dimulai pukul 09.00 WIB dilakukan langsung oleh tim medis profesional dari Puskesmas Lhoksukon yang meliputi konseling prakelompok, pengambilan sampel darah, hingga pemeriksaan laboratorium cepat (rapid test).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin mengatakan bahwa kerjasama sinergis ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam menjaga stabilitas kesehatan di lingkungan hunian yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.

“Lingkungan Lapas sangat rentan terhadap penularan berbagai penyakit menular. Melalui kerjasama dengan Puskesmas Lhoksukon ini, kita bisa mendeteksi lebih awal jika ada warga binaan yang terinfeksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan medis yang tepat dan isolasi dini bisa segera dilakukan tanpa adanya diskriminasi.

Sementara itu, pihak UPTD Puskesmas Lhoksukon menjelaskan bahwa seluruh data dan hasil pemeriksaan dalam skrining ini bersifat rahasia. Jika ditemukan hasil yang reaktif, pihak Puskesmas telah menyiapkan langkah tindak lanjut berupa konseling lanjutan, pemeriksaan konfirmasi, hingga pendampingan terapi antiretroviral (ART) secara berkala.

Petugas medis juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi seputar cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar mendeteksi penyakit, tetapi juga membangun kesadaran para warga binaan untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama menjalani masa pidana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *