Aceh Utara— Sikap bendahara SMA Negeri 1 Baktiya Barat menjadi sorotan setelah diduga menghindari komunikasi dengan wartawan. Bahkan, nomor WhatsApp wartawan disebut-sebut langsung diblokir setelah sebelumnya berupaya menjalin silaturahmi melalui pesan singkat.

Peristiwa ini memunculkan tanda tanya serius mengenai sikap dan keterbukaan pihak sekolah terhadap insan pers. Apalagi, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mengelola anggaran negara dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang diperlukan publik sesuai ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, awalnya wartawan menghubungi bendahara SMA Negeri 1 Baktiya Barat melalui WhatsApp dengan maksud menjalin silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang baik. Namun, belum berselang lama setelah pesan tersebut dikirim, nomor WhatsApp wartawan justru diduga diblokir, sehingga komunikasi tidak dapat dilanjutkan.

Sikap tersebut tentu menimbulkan pertanyaan. Ada apa sebenarnya dengan bendahara SMA Negeri 1 Baktiya Barat? Mengapa komunikasi yang bermaksud menjalin silaturahmi justru berujung pada pemblokiran nomor WhatsApp wartawan?

Padahal, kehadiran wartawan bukan untuk mencari persoalan tanpa dasar, melainkan menjalankan fungsi jurnalistik, termasuk melakukan konfirmasi, menggali informasi, serta mengawasi penggunaan anggaran publik agar berjalan sesuai aturan.

Terlebih, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), belanja kebutuhan pendidikan, hingga berbagai program pembangunan dan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari informasi yang memiliki kepentingan bagi masyarakat.

Jika memang terdapat alasan tertentu sehingga bendahara tidak berkenan melayani komunikasi wartawan, semestinya hal itu dapat disampaikan secara baik dan profesional. Bukan justru menutup ruang komunikasi tanpa penjelasan.

Keterbukaan informasi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti oleh lembaga pendidikan. Sebaliknya, transparansi merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban publik, terlebih ketika menyangkut penggunaan uang negara.

Publik tentu berhak mempertanyakan sikap tersebut. Sebab, jika komunikasi dasar saja sudah tertutup, bagaimana masyarakat dapat memperoleh penjelasan ketika muncul pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran sekolah?

Hingga berita ini diterbitkan, alasan bendahara SMA Negeri 1 Baktiya Barat diduga memblokir nomor WhatsApp wartawan masih belum diketahui. Pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan bendahara, diharapkan segera memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi persepsi negatif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *