DELI SERDANG-(Globaldetik.com) Kepala Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang diduga hobi marah-marah (tempranen.red) ketika ditanya warga terkait pembangunan pagar besi tidak bermanfaat malah pembangunan drainase banjir, (Jumat, 19/7/2024).
Terlebih lagi ketika wartawan mengonfirmasi, kepala desa yang disapa Adi ini atas kinerjanya tidak sesuai dengan harapan warga langsung blokir Nomor Handphone wartawan.
Sebelumya, kepala desa cinta rakyat tersebut, membangun pagar besi lapangan bola yang tidak jauh dari kantor desanya beralasan untuk membuat lapangan mini soccer dan tempat bermain anak anak ini. Kades dengan nama lengkap H. Adi Kustiono tak terima jika dirinya membangun desa dikatai menyalahi aturan, Nyatanya pembangunan pagar besi itu hanya demi kepentingan pribadi usaha permainan anaknya.
Selain pagar besi, Kades tersebut membangun drainase untuk menghindari banjir sebelumnya tidak pernah banjir terjadi di wilayah dusun X Namun, drainase yang dibangun semangkin memperparah keadaan di lokasi tersebut hingga dikeluhkan warga.
Kepada wartawan salah satu warga dusun X tidak mau namanya disebutkan terkait drainase mengatakan “Bingung kita cara kinerja Kades ini, drainase yang dibangun gak tau arah mengalirnya kemana pembuangannya karena pembangunan drainase ini malah banjir padahal sebelum tidak pernah banjir,”.
“Bukan malah bagus, yang ada banjir gak bisa dilewati anak anak sekolah pejalan kaki, Suka hati merekalah gunakan anggaran gak usah ditanya lagi bang, Payah cakapnya.” Tambahnya
Padahal sebelum Inspektorat Kabupaten Deli Serdang sudah melakukan koreksi atas apa kinerja Kepala Desa terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat hingga kini belum juga diindahkan demi kepentingan masyarakat banyak.
Permintaan Camat Percut Sei Tuan, Kepala Inspektorat Kejari Deli Serdang dan instansi terkait untuk melakukan koreksi atas kebijakan Kepala Desa diduga hanya menghamburkan uang negara tidak bermanfaat bagi warga.
Kades Cinta Rakyat hobi blokir nomor wartawan ini kembali untuk dikonfirmasi ini bungkam hingga berita ini ditayangkan atau diam seribu bahasa terlihat centang satu.
Reporter : EDWIN SIMANJUNTAK,SH

