GLOBALDETIK.COM  |  ACEH TIMUR   – 8 September 2025 – Dalam upaya mendukung program Ketahanan Pangan Nasional dan Swasembada Pangan (Asta Cita) Presiden Republik Indonesia, Polres Aceh Timur, Polda Aceh, berkolaborasi dengan PT. Perkebunan Tualang Raya (PTPTR) dalam sebuah inisiatif inovatif yang memanfaatkan lahan perusahaan untuk peningkatan produksi pangan Program ini bukan hanya sekadar penanaman, melainkan sebuah strategi terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak dan berpotensi besar untuk menjadi model bagi daerah lain.

Inisiatif ini bermula dari pemanfaatan lahan-lahan milik PTPTR yang belum tergarap secara optimal. Lahan-lahan ini, yang sebagian merupakan lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), dijadikan area penanaman jagung dengan sistem monokultur dan tumpang sari. Sistem tumpang sari dipilih untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan keanekaragaman hayati. Jenis jagung yang dipilih adalah varietas unggul Pioner, yang dikenal memiliki masa panen relatif singkat (sekitar 90-100 hari) dan produktivitas tinggi, serta tahan terhadap beberapa jenis hama. Pemilihan varietas ini didasarkan pada riset dan kajian yang dilakukan oleh tim ahli pertanian yang berkolaborasi dengan Polres Aceh Timur.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, S.TrK.,S.I.K., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada aspek pemberdayaan masyarakat. “Kami melibatkan masyarakat sekitar, khususnya karyawan dan pekerja PTPTR, dalam proses penanaman dan perawatan tanaman jagung,” jelasnya. “Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa memiliki dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam program ketahanan pangan.”

Lebih lanjut, Iptu Adi Wahyu menjelaskan bahwa kerjasama dengan PTPTR merupakan contoh nyata dari sinergi antara sektor kepolisian dan sektor swasta dalam mendukung program pemerintah. “PTPTR telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung program ini dengan menyediakan lahan seluas 10 hektar, dengan tahap awal seluas 5 hektar untuk pilot project,” tambahnya. “Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam upaya ketahanan pangan nasional.”

Manajer PT. Perkebunan Tualang Raya, Amrizal, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Aceh Timur. “Kami percaya bahwa kerjasama ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya. “Ke depannya, kami berencana untuk memperluas area penanaman jagung ini dan mengeksplorasi kemungkinan menanam komoditas lain yang sesuai dengan kondisi lahan.”

Acara penanaman jagung yang berlangsung Sabtu (08/09/2025) dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, S.Tr.K.,S.I.K.; Kasat Samapta Polres Aceh Timur, Iptu Teuku Nasli, S.H.,M.H.; Kapolsek Indra Makmur, Iptu Muhammad Alfata S.A.B.; Kanit Tipiter Satreskrim Polres Aceh Timur, Ipda Deva Reynaldi Wirsa S.Tr.K.; Direktur Utama PT. Perkebunan Tualang Raya, Sayed Khairuzzaman; Askeb CZ Tarigan; personel Satsamapta Polres Aceh Timur; personel Polsek Pantee Bidari; personel Polsek Indra Makmur; dan sejumlah karyawan/pekerja PT. Perkebunan Tualang Raya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk keberhasilan program ini.

Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui kerjasama yang inovatif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Keberhasilan program ini akan diukur berdasarkan peningkatan produksi jagung, peningkatan pendapatan masyarakat, dan dampak positifnya terhadap lingkungan. Monitoring dan evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *