Aceh Tamiang, Aceh — Puluhan masyarakat bersama LSM Pusat Analisis dan Observasi Birokrasi (PANDORA) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bea Cukai Langsa, Kamis, 20 Februari 2025.

Meski dibawah terik panasnya matahari, aksi tersebut berlangsung damai dan tertib.

Namun, suasana di sekitar kantor Bea Cukai Langsa seolah tertekan oleh seruan lantang massa yang mendesak transparansi dan penegakan hukum yang lebih tegas.

Selanjutnya, Massa yang tergabung dalam aksi ini menuntut adanya transparansi dalam penanganan barang ilegal, khususnya rokok ilegal, yang diduga masih marak beredar di wilayah Langsa.

Helmi, Ketua sekaligus Koordinator Aksi kepada awak media menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya suara dari LSM PANDORA, tetapi juga merupakan aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan oleh lemahnya penegakan hukum di Bea Cukai Langsa.

Adapun sejumlah tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Masih maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Langsa dan sekitarnya.
  2. Minimnya transparansi dalam penanganan perkara barang ilegal dan rokok ilegal, yang dianggap tidak memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
  3. Dugaan adanya manipulasi nilai kepabeanan yang disinyalir merugikan keuangan negara.
  4. Desakan untuk mencopot Kepala Bea Cukai Langsa dan mencabut status Wilayah Bebas dari Korupsi (WBBM) yang dianggap tidak layak.
  5. Pengungkapan kasus rokok ilegal yang dinilai tidak pernah menyentuh aktor intelektual di balik peredaran barang tersebut.

“Aksi ini bukan sekadar agenda LSM, tetapi juga merupakan suara masyarakat yang menuntut keadilan dan transparansi dari aparat penegak hukum. Kami mendesak agar Kepala Bea Cukai Langsa dicopot dari jabatannya dan status WBBM dicabut karena dinilai tidak layak,” tegas Helmi dalam orasinya.

Selain itu, Helmi juga meminta agar pengungkapan kasus rokok ilegal tidak berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi juga menyasar aktor intelektual yang diduga bermain di balik layar.

“Masyarakat butuh kepastian hukum, bukan sekadar pencitraan,” tambah Helmi.

Meskipun aksi berjalan dalam pengawalan ketat aparat keamanan dan tidak diwarnai kericuhan, suasana panas terlihat dari setiap orasi dan spanduk yang dibentangkan.

Kemudian, Para peserta aksi seolah membakar semangat perjuangan untuk menguak tabir gelap di Bea Cukai Langsa. Kantor Bea Cukai Langsa pun tampak sunyi, seolah berada di bawah bayang-bayang tekanan dari suara rakyat yang menggelegar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Langsa belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dan dugaan yang disampaikan oleh masyarakat dan LSM PANDORA. ( )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *