Globaldetik.com | LHOKSEUMAWE Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, S.IK, dan Ketua Pengurus Cabang Bhayangkari Lhokseumawe, Ny. Resti Henki Ismanto, secara resmi meluncurkan Program Pekarangan Pangan Lestari di Mapolsek Muara Dua pada Senin, 24 Februari 2025. Peluncuran ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digagas oleh Mabes Polri untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal.
Acara peluncuran dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta. Hadir pula Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Salmidin, SE, MM, Kapolsek Muara Dua, Ipda Ida Roni, SH, serta perwakilan dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, tokoh masyarakat setempat, dan beberapa kelompok tani yang aktif dalam kegiatan pertanian di wilayah tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan komitmen bersama terhadap keberhasilan program ini. Acara diawali dengan mengikuti video conference serentak yang diselenggarakan oleh Mabes Polri, diikuti oleh seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Hal ini menandakan keseriusan Polri dalam menjalankan program ketahanan pangan nasional secara terintegrasi.
Sebelum video conference, Kapolres dan Ketua Bhayangkari beserta para personel kepolisian secara simbolis melakukan penanaman bibit sawi dan kembang kol di lahan pekarangan Mapolsek Muara Dua. Kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi juga sebagai demonstrasi langsung bagaimana program Pekarangan Pangan Lestari dapat diimplementasikan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, panen kembang kol yang telah ditanam sebelumnya juga dilakukan pada kesempatan tersebut. Hasil panen tersebut rencananya akan digunakan untuk konsumsi personel Mapolsek Muara Dua dan sebagian akan disumbangkan kepada masyarakat sekitar.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, S.IK, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. “Program ini bukan hanya sekedar menanam, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung program makan bergizi gratis,” ujarnya. Ia berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif dalam bercocok tanam dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Lhokseumawe, Ny. Resti Henki Ismanto, menekankan pentingnya peran ibu rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. “Dengan pemanfaatan lahan yang lebih optimal, kita bisa meningkatkan ketersediaan pangan dan mendorong kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tuturnya. Ia juga mengajak para anggota Bhayangkari untuk menjadi pelopor dan contoh dalam menerapkan program ini di lingkungan keluarga masing-masing.
Acara berlangsung hingga siang hari dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dan bertukar informasi terkait teknik bercocok tanam.
Kabiro Aceh Utara
penulis : (Marzuki)

