GLOBALDETIK.COM | ACEH  UTARA –17 Maret 2025 – Suasana duka menyelimuti Aceh Utara menyusul penemuan mayat Hasfiani alias Imam (30) di dalam karung di Kawasan Gunung Salak, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Penemuan mengerikan ini terjadi pada tanggal 17 Maret 2025, dan dugaan kuat mengarah pada pembunuhan yang dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Laut yang juga merampok mobil korban. Kejadian ini bukan hanya sebuah tragedi kriminal biasa, tetapi juga sebuah pengkhianatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.

Kronologi kejadian bermula dari sebuah test drive. Pada Jumat, 14 Maret 2025, korban, Hasfiani alias Imam, melakukan test drive mobil Toyota Inova dengan seorang pelaku yang berniat membelinya di kawasan Kreung Geukeuh. Namun, test drive yang seharusnya menjadi transaksi jual beli ini justru berakhir dengan tragedi. Korban dilaporkan hilang setelah test drive tersebut, dan kemudian ditemukan tewas secara mengenaskan di dalam karung, menjadi bukti nyata kejahatan yang terencana dan kejam.

Ketua Umum DPM FH UNIMAL, Teuku Irsyadul Walad Faini, dalam merespon kejadian ini, menyampaikan kecaman keras atas tindakan kejam dan biadab yang dilakukan oleh oknum TNI AL tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan ini termasuk kategori perbarengan tindak pidana pencurian dan pembunuhan berencana, sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 (1) tentang pembunuhan berencana dan Pasal 362 KUHP Jo Pasal 55 (1) tentang pencurian. Hukuman setimpal, menurut Irsyad, harus dijatuhkan kepada pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Pelaku, yang merupakan oknum dari satuan TNI AL, harus diberikan hukuman yang setimpal atas tindakan kejam yang telah dilakukan,” tegas Irsyad. “Kejadian ini bukan hanya menodai marwah TNI, tetapi juga mencoreng kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh yang masih menyimpan luka mendalam akibat berbagai tragedi pelanggaran HAM di masa lalu.”

Lebih lanjut, Irsyad menekankan bahwa cara pembuangan mayat korban, yang dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke semak-semak, merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. “Ini seperti menabur garam di atas luka,” ujarnya, “membuka kembali kepedihan masa lalu dan semakin memperparah rasa sakit yang telah lama diderita rakyat Aceh.”

Oleh karena itu, Irsyad mendesak Panglima TNI untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi penggunaan senjata api dan amunisi yang digunakan secara semena-mena oleh oknum TNI. Ia juga berharap peradilan militer dapat menindak tegas pelaku dan menjatuhkan hukuman setimpal atas kejahatan yang telah dilakukannya. Kepercayaan masyarakat, yang telah lama terluka, harus dipulihkan kembali. Keadilan harus ditegakkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *