Globaldetik.com | BANDA ACEH – Provinsi Aceh – Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP-PA), kepemimpinan pusat Partai Aceh, menyelenggarakan acara buka puasa dan doa bersama yang penuh haru pada hari Rabu, 26 Maret 2025, untuk mengenang kepergian tokoh terkemuka, Tgk. H. Kamaruddin Bin Abu Bakar, yang akrab disapa Abu Razak. Acara khidmat ini berlangsung di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), sebuah tempat penting di provinsi tersebut, dan dihadiri oleh ribuan pelayat.
Suasana dipenuhi dengan kesedihan dan rasa hormat saat para pelayat, yang banyak di antaranya merupakan sahabat dekat, keluarga, dan kolega almarhum, berkumpul untuk memanjatkan doa dan merenungkan kehidupan serta kontribusi Abu Razak. Air mata mengalir dengan bebas saat imam, seorang tokoh terhormat dari Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terkemuka di Indonesia, memimpin jemaah dalam berdoa. Kata-kata imam yang menyentuh hati menyoroti kepergian mendadak Abu Razak saat menunaikan ibadah Umrah di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, beberapa hari sebelumnya, dan kehilangan mendalam yang dirasakan oleh masyarakat. Keberatan situasi sangat terasa, menggarisbawahi penghormatan dan kasih sayang yang mendalam yang dipegang untuk almarhum

Di antara para pelayat terdapat Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), yang pidato penuh emosionalnya membuat banyak orang meneteskan air mata. Mualem, yang tampak terharu, berbicara tidak hanya tentang peran penting Abu Razak sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, tetapi juga tentang persahabatan abadi mereka yang terjalin selama tahun-tahun konflik yang penuh gejolak dan diperkuat selama proses perdamaian selanjutnya. Mualem terbata-bata menahan air mata saat menceritakan kembali kenangan, menekankan dedikasi tak tergoyahkan dan upaya tak kenal lelah Abu Razak untuk kemajuan Aceh. Kata-katanya melukiskan gambaran yang jelas tentang seorang pria yang bukan hanya pemimpin yang dihormati tetapi juga sahabat yang dicintai, bukti dampak mendalam yang diberikan Abu Razak pada kehidupan orang-orang yang mengenalnya.
Acara ini melampaui sekadar peringatan; acara ini menjadi bukti kuat warisan Abu Razak. Kontribusinya bagi Aceh melampaui peran resminya, meliputi komitmen mendalam terhadap perdamaian, rekonsiliasi, dan pembangunan provinsi. Kehadiran massal menunjukkan rasa hormat dan kekaguman yang meluas yang diperolehnya di berbagai segmen masyarakat Aceh. Inisiatif DPP-PA untuk menyelenggarakan pertemuan yang penuh perasaan ini menggarisbawahi pengakuan partai terhadap kontribusi signifikan Abu Razak dan komitmen mereka untuk menghormati ingatannya. Acara khidmat ini menjadi pengingat yang menyentuh hati tentang kehilangan mendalam yang dirasakan di seluruh Aceh dan perayaan atas kehidupan yang didedikasikan untuk pengabdian dan perdamaian
(Balia)

