GLOBALDETIK.COM |ACEH TIMUR – Darul Aman, Sabtu, 29 Maret 2025 Suksesnya Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Besanban Pakat di Desa Matang Pineng, Aceh Timur, dalam meningkatkan kesejahteraan warganya menjelang Idul Fitri patut diapresiasi. Tradisi tahunan pemotongan lembu, yang sepenuhnya dibiayai dari keuntungan usaha BUMG, bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi bukti nyata dari pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadikan BUMG Besanban Pakat sebagai model inspiratif bagi desa-desa lain di Aceh Timur, menunjukkan potensi besar BUMG dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan sejahtera.

Keberhasilan BUMG ini tak lepas dari strategi diversifikasi usaha yang terencana dengan baik. Keempat pilar utama usaha—simpanan pinjam, pembibitan anak sawit, peternakan ayam dan kambing, serta penggemukan ternak—berjalan sinergis, menghasilkan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan. BUMG juga secara efektif memanfaatkan mesin traktor mini, yang diperoleh melalui dana desa, untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kepemilikan lahan sawit di Desa Alu Merbao pun menambah portofolio usaha dan pendapatan yang signifikan. Semua ini menunjukkan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang profesional.

Ketua BUMG Besanban Pakat, Fahri, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berkat kerja keras, kepercayaan, dan partisipasi aktif seluruh warga. Proses pemotongan lembu, misalnya, dilakukan setelah melalui musyawarah bersama Tuha Peut Gampong, memastikan transparansi dan pemerataan manfaat bagi seluruh masyarakat. “Kami ingin BUMG menjadi pilar ekonomi desa yang berkelanjutan, memberikan manfaat tidak hanya sesaat, tetapi untuk jangka panjang,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan komitmen BUMG terhadap pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Kepala Desa Matang Pineng, Tgk. Bahtiar, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya yang tinggi terhadap kinerja BUMG Besanban Pakat. BUMG yang telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM ini, menurutnya, merupakan bukti nyata bahwa pengelolaan BUMG yang profesional dan transparan dapat membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan ini bukan hanya sekadar pembagian daging, tetapi juga peningkatan ekonomi dan kemandirian desa,” ujarnya. Beliau berharap model ini dapat diadopsi dan dikembangkan oleh desa-desa lain di Aceh Timur.

Warga setempat, Cek Shah, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Program ini sangat membantu masyarakat dengan ekonomi rendah seperti saya. Walaupun tidak seberapa, dua kilogram daging beserta tulangnya, atau sekitar tiga setengah kilogram, tetap sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan dampak langsung dan nyata dari program BUMG bagi kehidupan warga.

Tuha Peut Gampong Matang Pineng, Tgk. Muhadisal, menegaskan peran pengawasan yang dilakukan pihaknya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas BUMG. “Kami terus mengawasi jalannya program BUMG untuk memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Pembagian daging ini merupakan bukti nyata dari komitmen BUMG dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya pengawasan untuk menjaga kepercayaan dan transparansi dalam pengelolaan BUMG.

BUMG Besanban Pakat telah membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang baik, BUMG dapat menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Model keberhasilan ini layak ditiru dan dikembangkan oleh desa-desa lain di Aceh Timur, sehingga dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Aceh Timur secara keseluruhan. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras, perencanaan yang matang, dan komitmen yang kuat, desa dapat membangun ekonomi yang mandiri dan sejahtera

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *