Globaldetik.com| Aceh Utara -Menu berbuka puasa atau takjil menjadi selalu diincar oleh warga saat bulan Ramadan. Kondisi ini terlihat di sejumlah ruas jalan di Kota Panton Labu Kabupaten Aceh Utara.

Liputan media Globaldetik.com menelusuri suasana hari ketiga puasa di beberapa ruas jalan diseputaran kota Panton Labu,Senin 3/3/2025 sore, terlihat para pedagang musiman diserbu para pembeli yang memburu takjil untuk hidangan berbuka puasa. Di dalam pasar takjil ini tersedia berbagai aneka macam makanan dan minuman seperti es buah, mie caluk, gado-gado, ikan bakar, ayam bakar, salad buah, kolak dan makanan ringan lainya.

Memasuki pukul 16:00 WIB atau sekiranya setelah kumandang adzan shalat ashar, para pedagang sudah bersiap-siap menata dan menyajikan dagangan mereka. Berbagai macam jenis makanan dan minuman disuguhkan yang membuat para warga di kota Perbatasan dan warga lainya berbondong-bondong mencari menu untuk berbuka puasa.

Setiap tahun dengan datangnya bulan Ramadhan menjadi ruang usaha bagi pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah, setidaknya sedikit terbantu untuk menghadapi kebutuhan sehari-hari selama bulan Ramadhan dan menyambut kebutuhan untuk hari raya idul fitri di Bulan berikutnya.
Tak heran, setiap sore tempat ini di bulan puasa selalu ramai dengan pengunjung.

Seorang pedagang takjil, Salamah (40), mengaku senang dengan tingginya minat pembeli di awal puasa.
“Alhamdulillah, baru pukul lima sore, hampir semua dagangan saya habis. Biasanya butuh waktu lebih lama untuk terjual semua,” katanya.

Hasbi(45) salah satu pembeli dari Kabupaten Aceh Timur,
mengungkapkan, bahwa suasana pasar pada awal Ramadhan selalu lebih meriah dibanding hari biasa.
“Setiap tahun begini, orang senang berburu takjil di sore hari. Semua orang ingin berbuka dengan makanan yang enak,”ungkapnya.

Di tengah ramainya transaksi di pasar, kemacetan menjadi tantangan tersendiri.
Kepadatan kendaraan yang keluar-masuk pasar semakin meningkat menjelang waktu berbuka.
Kemacetan ini bukanlah hal baru bagi warga sekitar.
Setiap Ramadhan, terutama di hari-hari awal, kepadatan lalu lintas di seputaran kota ujung timur Aceh Utara ini memang sudah menjadi rutinitas tahunan.
Beberapa warga berharap ada solusi untuk mengurangi kemacetan ini di hari-hari berikutnya.
Salah satu usulan yang sering muncul adalah penataan lokasi parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kalau bisa, pemerintah daerah menata kembali tata kota,menyediakan area parkir khusus supaya kendaraan tidak parkir di pinggir jalan,” saran warga.
“Kalau seperti ini terus,Panton Labu bisa dinobatkan kota tak bertuan,”pungkas warga.

(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *