GLOBALDETIK.COM | ACEH TIMUR – Keuchik Gampong Paya Naden, Kecamatan Madat, Budiman, menyambut baik kebijakan nasional terkait ketahanan pangan yang diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah tepat dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Pernyataan tersebut disampaikan Keuchik Budiman usai mengikuti Panen Raya Serentak yang digelar secara virtual melalui Zoom oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (7/4/2025) siang.
Di Kabupaten Aceh Timur, kegiatan panen raya berlangsung di Gampong Rambong Lop, Kecamatan Madat, dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I, M.H; Dandim 0104/Atim, Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P; serta perwakilan dari Kepolisian Resor Aceh Timur, Dinas Pertanian dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, serta Bulog Langsa. Selain itu, acara ini juga diikuti oleh unsur Muspika Kecamatan Madat, para geuchik, perangkat gampong, kelompok tani, dan perwakilan dari Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Aceh Timur.
Keuchik Budiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Keuchik Kecamatan Madat, mengimbau masyarakat untuk mendukung kebijakan Presiden dalam program ketahanan pangan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menetapkan harga gabah kering padi sebesar Rp6.500 per kilogram. Dengan harga tersebut, kami berharap para petani di Aceh Timur dapat hidup lebih sejahtera melalui hasil pertanian mereka,” ujar Keuchik Budiman saat ditemui Globaldetik.com.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur, panen pada bulan April 2025 mencapai 64.223,4 ton gabah kering giling (GKG), dengan produktivitas rata-rata 7 ton per hektare. Khusus di Kecamatan Madat, luas panen tercatat lebih dari 2.100 hektare. Dengan harga gabah sekitar Rp6.650 per kilogram, potensi pendapatan petani diperkirakan mencapai Rp29,5 juta per hektare.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menargetkan pola tanam dua kali setahun dengan total luas panen mencapai 32.350 hektare dan produksi gabah sebanyak 187.630 ton GKG sepanjang tahun 2025.
“Guna mendukung target tersebut, kami berharap ada percepatan dalam pengadaan alat mesin pertanian, seperti 89 unit Combine Harvester, 88 unit Traktor Roda 4, 24 unit Power Thrasher, dan 178 unit Traktor Roda 2,” pungkas Keuchik Budiman.
(AR)

