
Globaldetik.com| Aceh Tamiang – Seorang perempuan hamil berinisial IS (27) Warga Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang melompat dari jembatan Kuala Simpang, Pukul 13:50, Rabu (09/04/2025)
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery S.STP membenarkan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini memicu respons cepat dari warga sekitar kejadian dan Tim BPBD, Damkar, Aparat Kepolisian Polsek Karang Baru serta Koramil Karang Baru.
“Warga yang sedang memancing ada melihat korban ini turun dari kendaraan di jembatan sambil memegang besi jembatan tersebut. Tiba-tiba langsung melompat ke Sungai di bawah jembatan itu,” tutur Iman Suhery.
“Korban juga terlihat 3 kali tenggelam timbul disungai, terus menghilang,” tambahnya.
Motif melompatnya Korban berinisial IS (27) Belum diketahui, dan dalam proses pencarian Tim gabungan terdiri dari Personel Koramil, Polsek Kuala Simpang, BPBD da DAMKAR Aceh Tamiang serta Satgas SAR, termasuk 15 anggota Basarnas dikerahkan dalam upaya pencarian Korban hanyut tersebut.
Tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian menggunakan 2 unit Rubber Boat, 3 Unit Mobil Double Cabin, 1 unit Sepeda motor Trail TRC BPBD Dan 3 Unit Perahu karet tambahan.
Penyisiran akan dimulai sejauh Dua Kilometer dari titik awal kejadian dan berlanjut hingga hari kedua, mencakup aliran sungai dari Kampung Kuala Simpang hingga Kampung Durian, bahkan akan mencapai wilayah Rantau.
Hapis, Operator dari Pemadam Kebakaran turut serta aktif dalam pelaporan dan pemantauan langsung di lapangan. “Kesigapan dan kerja tim ini menjadi bukti koordinasi intens antara berbagai Unsur SAR dan Relawan”. Ungkap Hapis.
IS (27) diketahui sebagai Guru Bahasa Inggris disalah satu Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang aktif, Desa Tanjung Karang tempat IS Selama lebih dari satu tahun mengajar. Dan kepergiannya yang mendadak menyisakan duka bagi lingkungan tempat ia mengajar dan keluarganya.
Hasil pencarian sampai saat ini masih belum diketahui, semoga Tim SAR Gabungan Kabupaten Aceh Tamiang dapat menemukan Jasad korban. (Simanjuntak)
