Sumber Foto : SIPS/Globaldetik.com

Globaldetik.com | Aceh Tamiang — Peran perempuan dalam pembangunan daerah kembali mendapat ruang baru dengan terbentuknya Lembaga Pejuang Srikandi Aceh (LPSA) Kabupaten Aceh Tamiang. Lembaga ini resmi dideklarasikan pada Minggu, 2 November 2025, di Bundar Karang Baru, Aceh Tamiang.

Acara deklarasi berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dihadiri oleh para tokoh perempuan, aktivis sosial, perwakilan organisasi masyarakat kabupaten.

Dalam musyawarah pembentukan tersebut, Saudari Nurmasari terpilih sebagai Ketua LPSA Kabupaten Aceh Tamiang, didampingi oleh Syarifah sebagai Sekretaris, dan Herlina Wati sebagai Bendahara.

Ketua LPSA terpilih, Nurmasari, menyampaikan bahwa lembaga ini akan menjadi wadah perjuangan perempuan Aceh Tamiang yang ingin turut serta membangun daerah dengan semangat keikhlasan dan kepedulian sosial.
“Kami ingin perempuan Aceh Tamiang tidak hanya jadi penonton, tapi ikut menentukan arah pembangunan daerah, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun kemanusiaan,” ujarnya dengan penuh semangat.

“LPSA bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pemberdayaan perempuan, sosial dan perlindungan anak. Kami siap bersinergi untuk program-program yang positif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Syarifah sebagai Sekretaris LPSA Aceh Tamiang menyampaikan bahwa LPSA juga berkontribusi nantinya membantu masyarakat dengan program – program keterampilan, pariwisata, kerajinan, UMKM serta di bidang pertanian, industri, serta di bidang pendidikan Agama.

“LPSA Ikut serta dalam membantu jalannya roda pemerintahan Aceh di semua bidang demi untuk kemajuan Aceh dan kesejahteraan masyarakat umumnya” ucapnya sekaligus menyampaikan Yell-yell LPSA.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pejuang Srikandi Aceh, penandatanganan Piagam Deklarasi LPSA Aceh Tamiang, dan sesi foto bersama seluruh peserta.

LPSA Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk bergerak dalam tiga bidang utama: pemberdayaan ekonomi perempuan desa, pendidikan karakter dan keluarga, serta peran sosial dan kemanusiaan.

Dengan berdirinya lembaga ini, diharapkan semangat perjuangan kaum perempuan Aceh Tamiang semakin kuat dalam membangun daerah yang mandiri, bermartabat, dan berkeadilan gender. (SIPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *