Global detik.com | KOTA LANGSA – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa semakin intensif dalam mengampanyekan Gerakan Cegah Stunting, yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025, di Gampong Sukarejo, Kecamatan Langsa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Program Langsa Juara dan mendukung Strategi Nasional (Starnas) pemerintah pusat dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di seluruh Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah kota seperti Asisten I Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Suriyatno, AP, M.SP, yang mewakili Walikota, Ketua TP PKK Ny. Devi Jeffry Sentana S Putra, Wakil Ketua TP PKK Ny. Safira Muhammad Haikal, Kepala Dinas Kesehatan dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, hingga pimpinan OPD terkait, camat, geuchik, serta perwakilan organisasi wanita dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Asisten I Suriyatno menekankan pentingnya kolaborasi dalam pencegahan stunting. “Strategi Nasional ini telah dicanangkan sejak 2018, dan Kota Langsa telah menggencarkan upaya ini sejak 2022. Hasilnya, kita melihat penurunan kasus stunting yang signifikan,” ujarnya.

Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa Kota Langsa berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 10%, dari 25,6% pada tahun 2023 menjadi 15,6% pada tahun 2024. Angka ini menjadikan Langsa sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah di Aceh, bahkan lebih baik dari angka prevalensi provinsi (28,6%) dan nasional (19,8%).

Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Yusuf Akbar menambahkan bahwa pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. “Kami siap memperkuat upaya pencegahan melalui berbagai program, termasuk peningkatan layanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi balita, dan edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif serta perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang diperkenalkan oleh BKKBN pada tahun 2024 juga menjadi bagian integral dari upaya ini. Pemko Langsa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan komitmen dan memperluas edukasi, memastikan setiap keluarga memahami pentingnya gizi, kesehatan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Langsa optimis dapat mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *