Global detik.com | SABANG, ACEH – Jumat, 21 November 2025, Tugu Iboih, salah satu ikon penting yang menjadi wajah wisata Pulau Sabang, kini terlihat dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Banyak bagian besinya sudah keropos, bahkan sebagian sudah terlepas dan jatuh akibat kurangnya perawatan yang teratur sepanjang waktu. Kondisi ini membuat salah satu pengunjung, Zukarnaini, merasa heran dan mengajukan pertanyaan tajam kepada dinas pariwisata serta pemerintah daerah: ke mana arah anggaran yang seharusnya digunakan untuk memelihara cagar budaya dan ikon wisata tersebut?
“Tugu Iboih itu kan jadi salah satu alasan orang mau datang ke Sabang, kan? Tapi lihat sekarang, banyak besinya sudah rusak, terasa seperti tidak ada yang peduli,” ujar Zukarnaini dalam kunjungan terbarunya ke lokasi tersebut. Dia menambahkan, perhatian terhadap ikon ini seharusnya menjadi prioritas mutlak, terutama karena Pulau Sabang sangat bergantung pada sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan utama masyarakat dan pemerintah. Tanpa perbaikan segera, dia khawatir daya tarik wisata Sabang akan merosot dan berdampak langsung pada perekonomian lokal.
Kondisi Tugu Iboih yang terabaikan ini semakin terasa mencolok, mengingat objek wisata ini sudah lama dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Selama bertahun-tahun, ia menjadi latar belakang foto dan simbol kebanggaan warga Sabang. Sebagai simbol yang mewakili keunikan budaya dan sejarah Pulau Sabang, kelestariannya seharusnya menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, dinas, dan masyarakat. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada upaya serius yang terlihat untuk memperbaiki atau memelihara bagian-bagian yang sudah rusak – bahkan tidak ada tanda peringatan untuk pengunjung yang berpotensi terkena bahaya dari bagian besi yang terlepas.

Pengunjung tersebut juga mengajukan pertanyaan tajam tentang fungsi dinas pariwisata daerah yang terasa tidak berperan. “Apa tugas dinas pariwisata sebenarnya? Kalau ikon wisata yang penting seperti ini bisa terabaikan begitu saja, maka apa gunanya anggaran yang dialokasikan setiap tahun?” tegasnya. Dia menegaskan bahwa seharusnya dinas pariwisata yang bertanggung jawab memantau, merencanakan, dan melaksanakan perawatan semua objek wisata agar tetap dalam kondisi baik dan menarik bagi pengunjung – bukan hanya membuat program semu tanpa tindakan nyata.
Belum ada tanggapan resmi dari dinas pariwisata atau pemerintah Kota Sabang terkait kondisi Tugu Iboih dan pertanyaan yang diajukan pengunjung. Hal ini semakin menambah kekesalan, karena masyarakat dan wisatawan sudah lama menunggu kejelasan tentang langkah-langkah yang akan diambil. Bahkan, beberapa warga sekitar mengaku sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut, tetapi tidak ada tindak lanjut yang diterima.
Namun, kecemasan masyarakat dan pengunjung terhadap kelestarian ikon wisata ini semakin meningkat, terutama seiring dengan bertambahnya kunjungan wisatawan di musim liburan mendatang. Banyak yang khawatir bahwa kondisi tubuh Iboih yang buruk akan memberikan kesan buruk kepada wisatawan mancanegara dan mengurangi citra Pulau Sabang sebagai destinasi wisata potensial di Aceh.
Banyak pihak berharap agar pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tubuh Iboih dan menerapkan sistem perawatan teratur agar ikon ini bisa kembali menjadi daya tarik utama Pulau Sabang dan tetap bertahan untuk generasi mendatang. Tanpa aksi cepat, mereka khawatir ikon yang sudah ada sejak lama ini akan lenyap sepenuhnya dan menjadi bukti kegagalan pengelolaan sumber daya wisata daerah.
(Red)

