Globaldetik.com | ACEH UTARA – Ruang kerja Kepala SMA Negeri 1 Tanah Pasir, Aceh Utara, tampak sunyi, pintu ruangan yang seharusnya menjadi pusat komando operasional sekolah itu tertutup rapat. Tidak ada aktivitas berarti, pun tidak ada tanda-tanda kehadiran pimpinan di sana.

‎Pemandangan ini bukan sekadar insiden sesaat. Berdasarkan penelusuran dan keterangan dari berbagai sumber di lapangan, ketidakhadiran kepala sekolah tersebut diduga telah menjadi pola yang berulang. Isu miring mengenai tingkat kedisiplinan sang pimpinan kini merebak, memicu keresahan di lingkungan pendidikan setempat.

‎Sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran bahwa absennya kepala sekolah dalam durasi yang cukup lama dapat melumpuhkan koordinasi internal. “Peran kepala sekolah krusial, bukan hanya administratif, tapi juga soal kepemimpinan dan pengawasan mutu pendidikan,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Selasa, 03 Juni 2026.

‎Pola Absensi yang Dipertanyakan

‎Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, dugaan ketidakhadiran ini mencakup durasi yang cukup panjang. Keterangan dari beberapa pihak yang berinteraksi dengan sekolah mengindikasikan bahwa dalam sepekan, sang kepala sekolah diduga hanya terlihat di lingkungan sekolah sebanyak satu hingga dua hari.

‎Pola ini tentu menimbulkan pertanyaan serius mengenai kepatuhan terhadap jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan.

‎Ketidakhadiran yang frekuensinya tinggi dikhawatirkan menghambat pelayanan administrasi sekolah dan menghambat arus keterbukaan informasi publik yang seharusnya terjaga dengan baik.

‎Upaya Konfirmasi

‎Demi menjaga keberimbangan informasi sebuah prinsip fundamental dalam Kode Etik Jurnalistik kami telah berupaya menghubungi yang bersangkutan. Namun, hingga naskah ini diturunkan, kepala sekolah tersebut belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan yang beredar.

‎Kami juga tengah melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara untuk meminta klarifikasi mengenai standar kedisiplinan dan pengawasan yang diterapkan terhadap pimpinan sekolah tersebut. Apakah terdapat izin resmi atau penugasan luar yang sah, ataukah ada pengabaian kewajiban, masih perlu didalami melalui saluran resmi kedinasan.

‎Publik berharap ada langkah tegas dari dinas terkait untuk memastikan operasional SMAN 1 Tanah Pasir tetap berjalan optimal dan tidak dikorbankan oleh masalah kedisiplinan pimpinannya.

‎Transparansi mengenai alasan ketidakhadiran ini menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut tidak semakin tergerus.

 

Penulis (Masyukur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *