Globaldetik.com | ACEH TIMUR –
Bencana alam yang melanda pada Selasa, 25 November 2025, meninggalkan kerusakan serius di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 21 Aceh Timur, yang beralamat di Jalan Idi, Keude Geurubak Kilometer 9, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur. Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut, setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi melanda kawasan secara terus-menerus dalam kurun waktu cukup lama.

Akibat aliran air yang deras dan tak mampu tertampung oleh saluran drainase maupun tanah di sekitar bangunan, satu ruang kelas di madrasah tersebut mengalami kerusakan total hingga hancur. Struktur bangunan yang terbawa arus serta lantai yang tergerus air menjadi bukti nyata betapa dahsyatnya dampak bencana yang terjadi secara tiba-tiba ini, dengan ketinggian air mencapai 2 meter saat peristiwa berlangsung.

Tidak hanya merusak ruang belajar, kekuatan aliran air yang meluap juga menggerus lapisan tanah di area sekolah hingga terbentuk lubang yang cukup dalam dan luas di bagian bangunan. Kondisi ini tentu mengancam keamanan struktur bangunan lain yang masih berdiri, sekaligus menambah daftar kerugian yang dialami pihak madrasah.

Dampak lanjutan dari tekanan air yang sangat kuat turut merobohkan sebagian pagar pembatas sekolah, sehingga batas keamanan dan ketertiban lingkungan madrasah menjadi tidak terjaga sementara waktu. Puing-puing bangunan dan material tanah yang terbawa arus masih terlihat berserakan, menggambarkan betapa besarnya kerugian yang dialami pasca diterjang arus deras tersebut.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri 21 Aceh Timur yang juga dikenal dengan sebutan Al-Kudriyah B, kini menghadapi tantangan berat untuk memulihkan kembali fasilitas belajar yang nyaman dan aman bagi para siswa. Seluruh kegiatan pendidikan terpaksa dilaksanakan sistem belajar pagi hingga siang sementara waktu, mengingat kondisi lokasi yang belum layak digunakan serta risiko keamanan yang masih mengintai.

Kepala Sekolah Madrasah, Nuraini, HS, S.Pd.I, mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan pembangunan apa pun yang diterima sekolah sejak peristiwa bencana terjadi sampai hari ini. Pihaknya sangat berharap agar bangunan yang rusak serta pagar yang sudah roboh dapat segera diperbaiki demi keamanan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Peristiwa ini kembali mengingatkan betapa pentingnya perhatian bersama terhadap kesiapan infrastruktur pendidikan menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus memohon perhatian pihak terkait maupun dermawan untuk turut membantu percepatan pemulihan. Kini, seluruh elemen berharap kerusakan yang terjadi dapat segera ditangani secara menyeluruh, agar MIN 21 Aceh Timur kembali berdiri tegak sebagai tempat menuntut ilmu yang aman, tertib, dan kondusif seperti sedia kala, demi masa depan generasi penerus di Kecamatan Idi Tunong.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *