Globaldetik.com | LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil alias Ayahwa bersama Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, meninjau langsung kondisi korban bencana serta kerusakan hunian sementara (huntara) akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Langkahan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, pada Jumat (5/6/2026) menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tercatat sebanyak 58 unit huntara mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan dan nilai kerugian yang bervariasi.
“Ada 58 unit huntara yang mengalami kerusakan, mulai dari kategori berat, sedang, hingga ringan,” ungkap Muntasir.
Ia merincikan lebih lanjut, kerusakan bangunan tersebut tersebar di sejumlah titik pemukiman, meliputi 36 unit di Rumoh Rayeuk, 10 unit di Geudumbak, tujuh unit di Buket Linteung, dan lima unit di Langkahan. Perlu diketahui, huntara yang terdampak tersebut sebelumnya dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai tempat tinggal sementara bagi warga.
Selain meninjau dan menilai tingkat kerusakan infrastruktur yang ada, Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Ayah Wa bersama Kepala Posko Satgas PRR Aceh juga turut berdialog langsung guna menyerap aspirasi serta mendengar keluhan warga yang terdampak bencana. Pada kesempatan kunjungan tersebut, pihaknya juga menyerahkan bantuan logistik berupa paket sembako dan peralatan dapur guna meringankan beban hidup para korban yang terkena dampak.
Bupati Ayahwa menyampaikan apresiasinya yang setinggi-tingginya atas perhatian penuh serta dukungan yang diberikan pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Menurut dia, sinergisitas, kolaborasi, dan sikap proaktif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan (stakeholders) menjadi kunci utama dan faktor penentu dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kata Ayahwa, langkah bersama dan kerja sama yang erat ini sangat penting dilakukan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal dan pulih sepenuhnya dari dampak bencana.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dayan Albar, Asisten II Sekdakab M. Nasir, sejumlah Kepala OPD, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, unsur Muspika Langkahan, para geuchik (kepala desa), tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat huntara setempat.
(Marzuki)

