Globaldetik.com | JAKARTA — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asoe Bumoe Atjeh (ABA), Suryadi Djamil, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., dalam menangani kasus dugaan penyadapan yang menyasar Presiden Republik Indonesia.

Suryadi menilai dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada keamanan nasional, kedaulatan negara, serta kehormatan institusi kepresidenan. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara menyeluruh hingga tuntas, termasuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Presiden Republik Indonesia memegang mandat dan kepercayaan langsung dari rakyat untuk memimpin serta menjaga kedaulatan negara. Jika dugaan penyadapan ini terbukti benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap negara. Hal ini harus diusut sampai ke akar-akarnya,” tegas Suryadi pada Selasa (4/11/2026).

Tokoh masyarakat asal Pidie, Aceh, ini meminta penyidik membuka informasi secara transparan mengenai siapa yang diduga memerintahkan, siapa yang melaksanakan, hingga siapa pihak yang menerima dan memanfaatkan hasil penyadapan tersebut.

Menurutnya, publik berhak mengetahui sejauh mana dugaan praktik ini berlangsung, serta siapa saja yang diduga menjadi sasaran penyadapan. Informasi ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

“Siapa yang memerintahkan? Siapa yang menjalankan? Siapa yang menerima dan memanfaatkan hasilnya? Siapa saja yang menjadi sasaran? Semua harus diungkap berdasarkan fakta dan bukti hukum yang sah. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Suryadi menegaskan, LSM ABA mendukung penuh Polri untuk bekerja secara profesional, independen, dan tanpa pandang bulu dalam menangani perkara ini. Proses penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi harus menjangkau pula pihak-pihak yang diduga sebagai aktor intelektual di balik kejadian tersebut.

“Kami mendukung penuh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran penyidik untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Siapa pun yang terlibat, tanpa terkecuali, harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan berhenti pada pelaku di lapangan jika masih ada pihak lain yang berada di baliknya,” katanya.

Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Pengusutan yang transparan dan akurat dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan negara.

Selain itu, Suryadi mendorong dilakukan pemeriksaan dan audit terhadap pihak-pihak yang relevan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan kewenangan, termasuk menelusuri aliran dana dan sumber pembiayaan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Jangan sampai kekuasaan dan amanah yang diberikan negara justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang bertentangan dengan kepentingan bangsa. Semua harus diperiksa berdasarkan hukum, bukti yang sah, dan prinsip akuntabilitas yang tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suryadi menilai perkara ini berpotensi melibatkan jaringan yang terorganisasi. Penyidik diminta menelusuri seluruh kemungkinan keterlibatan pihak lain secara berjenjang dan menyeluruh.

“Kami berpendapat persoalan ini tidak sesederhana tindakan perorangan semata. Jika terbukti ada jaringan yang terstruktur di dalamnya, penyidik wajib mengungkap seluruh rantai keterlibatannya, dari tingkat atas hingga pelaksana paling bawah. Tidak boleh ada satu pun pihak yang kebal hukum,” ungkap putra asli Pidie, Aceh, tersebut.

Suryadi juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal proses penegakan hukum ini, dengan tetap menghormati independensi penyidik dan senantiasa mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam setiap perkembangannya.

“Rakyat memiliki hak sekaligus tanggung jawab konstitusional untuk menjaga kedaulatan negara. Mari kita kawal proses ini bersama-sama, berikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara objektif, dan pastikan kebenaran terungkap melalui proses hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Lembaga Asoe Bumoe Atjeh berharap penanganan perkara ini dapat berjalan secara tuntas, profesional, dan akuntabel, guna menjaga keamanan negara sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *