Globaldetik.com | Sumatera Selatan – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kembali menghadapi sorotan tajam publik menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan sebuah pemandangan yang sangat memprihatinkan: jenazah diangkut menggunakan mobil pikap. Kejadian ini terjadi di RSUD Martapura pada Sabtu (05/04/2025) sekitar pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB dan mengungkap celah sistemik dalam pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Video yang beredar luas di media sosial menampilkan jenazah terbaring di bak terbuka sebuah mobil pikap, menimbulkan gelombang kecaman dan keprihatinan dari berbagai kalangan. Kejadian ini bukan hanya menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap jenazah, tetapi juga menggarisbawahi kegagalan sistemik dalam manajemen dan operasional RSUD Martapura.
Penyebab utama peristiwa tragis ini adalah ketidakmampuan ambulans rumah sakit untuk beroperasi. Informasi yang beredar menyebutkan ambulans tersebut kehabisan bensin dan tidak ada sopir yang bertugas pada saat itu, antara pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB pada Sabtu (05/04/2025). Meskipun informasi ini masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak RSUD Martapura, kejadian ini telah memicu pertanyaan serius mengenai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit tersebut, termasuk sistem pengadaan bahan bakar, penjadwalan sopir, dan mekanisme penanganan jenazah. Apakah terdapat SOP yang jelas dan terlaksana dengan baik? Apakah terdapat sistem pengawasan dan evaluasi yang efektif untuk mencegah kejadian serupa? Pertanyaan-pertanyaan ini mendesak untuk dijawab secara transparan dan akuntabel.
Kejadian ini bukan hanya sekadar insiden terisolasi, tetapi mencerminkan potensi masalah yang lebih luas dalam sistem pelayanan kesehatan di OKU Timur. Ketiadaan ambulans yang berfungsi penuh pada saat dibutuhkan menunjukkan kekurangan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemeliharaan aset rumah sakit. Kurangnya petugas medis yang siap siaga juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan RSUD Martapura dalam menghadapi situasi darurat.
Reaksi publik terhadap peristiwa ini sangat beragam, mulai dari kecaman keras terhadap kinerja RSUD Martapura hingga tuntutan agar pihak berwenang melakukan penyelidikan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian ini. Kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di OKU Timur terancam, dan kejadian ini menjadi pengingat pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan fasilitas kesehatan publik.
Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur dan pihak RSUD Martapura perlu segera memberikan klarifikasi resmi dan transparan terkait insiden ini. Klarifikasi tersebut harus mencakup penjelasan detail mengenai penyebab kegagalan operasional ambulans, langkah-langkah yang telah dan akan diambil untuk mencegah kejadian serupa, serta komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Kejadian ini hendaknya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di OKU Timur dan memastikan bahwa peristiwa serupa tidak akan terulang kembali di masa mendatang. Kepercayaan publik harus dipulihkan melalui tindakan nyata dan komitmen yang kuat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermartabat dan berkualitas
Penulis : (Red)
Editor : Ampon

