
Aceh Tamiang — Jum’at, 24 Oktober 2025
Suara adzan Dzuhur baru saja usai berkumandang ketika warga Kampung Mekar Jaya mulai memenuhi halaman balai desa.
Di bawah langit cerah Aceh Tamiang, mereka datang dengan wajah sumringah, sebagian dari mereka tahu, siang itu akan tercatat dalam sejarah kampung kecil di Kecamatan Rantau.
Di depan barisan kursi, tampak Ir. Azhari, General Manager PT Betami, berdiri tenang bersama perangkat kampung. Di meja berlapis kain hijau, satu map bersampul cokelat tua tergeletak rapi [di dalamnya sertifikat hibah tanah seluas lima hektar].
“Bismillahirrahmanirrahim…” suara pembawa acara memulai pertemuan sederhana namun penuh makna itu.
Sebidang Tanah, Sebentuk Kepedulian.
Dalam sambutannya, Ir. Azhari menyampaikan bahwa lahan yang dihibahkan bukan hanya sebidang tanah, tapi bentuk nyata komitmen sosial perusahaan.
Lahan itu diperuntukkan bagi kepentingan warga Mekar Jaya. Mulai dari pembangunan pasar desa hingga fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Tanah ini bukan sekadar tanah. Ia ruang untuk kehidupan, tempat tumbuhnya doa dan harapan,” ujar Azhari dalam nada penuh ketulusan.
Ia juga menyebut bahwa hibah ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Betami yang selama ini dijalankan rutin, seperti perbaikan jalan desa, pemberian sembako, serta bantuan untuk anak yatim di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ucapan Syukur dari Datok Penghulu
Sofyan Effendi. Datok Penghulu Kampung Mekar Jaya tampak terharu saat menerima sertifikat hibah dari tangan Azhari.
“Ini bukan sekadar penyerahan aset, tapi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Ia berharap, hubungan baik antara perusahaan dan desa bisa terus berlanjut, bahkan berkembang menjadi kerja sama nyata dalam pembangunan fasilitas umum. “Kami berkomitmen memanfaatkan tanah ini sebaik mungkin untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Camat Rantau, Kapolsek, Danramil, para tokoh masyarakat, dan unsur MDSK. Mereka menjadi saksi dari peristiwa yang menandai kemitraan sosial antara dunia usaha dan masyarakat desa.
Simpel, Tapi Bermakna
Acara berlangsung sederhana; tanpa protokol panjang, tanpa panggung besar. Namun justru kesederhanaan itulah yang menghidupkan makna.
Saat sertifikat berpindah tangan, senyum warga merekah. Bagi mereka, ini bukan sekadar administrasi atau dokumen hukum, melainkan pengakuan bahwa masyarakat adalah bagian dari perjalanan perusahaan.
Anak-anak yang berlari di sekitar halaman mungkin belum memahami arti hibah itu. Tapi suatu hari nanti, di atas tanah lima hektar itu, mereka akan tumbuh, belajar, dan bermain; di tanah yang hari ini diberikan dengan niat baik.
Hibah tanah ini mungkin tampak kecil dalam ukuran ekonomi, namun besar dalam makna sosial. Ia menandai jembatan kepercayaan antara perusahaan dan masyarakat [sesuatu yang sering hilang di antara proyek dan profit].
Di Mekar Jaya, hari itu menjadi bukti bahwa pembangunan bisa dimulai dari hati; dari sebidang tanah yang menumbuhkan harapan.
