Global Detik.com | ACEH TIMUR – Sanggar Seni Budaya Tafeukong Adad, Teudong Budaya yang berkedudukan di Aceh Timur menginisiasi gerakan kemanusiaan besar-besaran dengan menggelar kampanye “Pray For Aceh” yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dan bantuan bagi korban bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Aceh. Kampanye yang digawangi langsung oleh komunitas seniman Aceh Timur ini bukan hanya sekadar aksi bantuan, melainkan juga bentuk solidaritas dari kalangan kreatif untuk berdampingan dengan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat dampak bencana alam. Berbagai tokoh seni ternama dari Aceh Timur terlibat aktif dalam setiap tahapan kampanye, mulai dari sosialisasi hingga pendistribusian bantuan yang akan terkumpul.

Kampanye ini muncul sebagai respons atas kondisi darurat yang dihadapi oleh ribuan keluarga korban banjir di wilayah Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Berdasarkan informasi yang diperoleh, bencana banjir yang terjadi tidak hanya merendam hunian warga, melainkan juga mengganggu aktivitas ibadah dan sehari-hari masyarakat, termasuk merusak fasilitas tempat ibadah dan sumber daya ekonomi lokal. Kondisi cuaca yang ekstrem dan aliran air yang meluap dari sungai-sungai sekitar menjadi penyebab utama terjadinya bencana yang telah mengakibatkan banyak keluarga harus mengungsi ke tempat penampungan sementara. Tim penyelenggara menyampaikan bahwa kebutuhan akan bantuan sangat mendesak, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar yang tidak dapat tercukupi oleh sumber daya lokal yang terbatas.

Di bawah kepemimpinan Ridwan AB sebagai Ketua Sanggar Seni Budaya Tafeukong Adad, Teudong Budaya, sejumlah seniman ternama Aceh Timur turut serta menjadi duta dan pelaku utama dalam kampanye ini. Antara lain M. Rijal (Lahuda Sikeum), Iskandar Muda (Pendongeng), Abu Bakar AR (Mie Gureng), Mulianda (Nanda Buser), dan Maimun R (Kelembu Biru) yang masing-masing memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi, menggerakkan komunitas, dan mengkoordinasikan pengumpulan bantuan. Selain mereka, juga bergabung seniman komedi ternama Aceh seperti Zulkifli Yusuf (Ucok Komik) dan Siti Nurhaliza (Rina Lucu) yang menggunakan bakat kelucuannya untuk menarik perhatian publik dan menyebarkan pesan kampanye dengan cara yang lebih ringan namun tetap berdampak. Tidak hanya itu, para penggiat seni yang fokus pada karya dengan nuansa mendalam dan penyadaran sosial seperti Cut Fatimah (Penulis Puisi Sedih) dan Syahrul Amin (Pelukis Karya Sosial) juga turut berkontribusi, menggunakan karya dan pengaruh mereka untuk menyuarakan kondisi korban dan menggerakkan empati masyarakat luas. Keikutsertaan para seniman ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam hal daya tarik publik, melainkan juga menunjukkan bahwa kalangan kreatif memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial dan menangani masalah kemanusiaan di daerah.

Untuk memudahkan masyarakat yang ingin berpartisipasi, panitia telah menetapkan lima titik pengumpulan bantuan yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Titik pertama berada di Lapangan Merdeka Idi, titik kedua di Peureulak, titik ketiga di Sungai Raya, titik keempat di Kota Binjai, dan titik kelima di Lhok Nibong. Setiap titik pengumpulan akan dirawat langsung oleh relawan dan anggota sanggar seni, yang siap menerima berbagai bentuk bantuan baik berupa barang maupun uang tunai. Selain itu, panitia juga memberikan panduan jelas mengenai jenis barang yang paling dibutuhkan oleh korban bencana, antara lain pakaian layak pakai, obat-obatan, peralatan ibadah seperti karpet shalat, peralatan bersih-bersih, serta makanan siap saji yang dapat langsung dikonsumsi oleh korban.

Selain pengumpulan barang, masyarakat juga dapat memberikan kontribusi dalam bentuk donasi uang tunai melalui rekening bank yang telah ditetapkan resmi. Panitia bekerja sama dengan Bank BSI untuk memfasilitasi transfer donasi dengan nomor rekening 7211 2077 14 atas nama Nadia Rahmani yang juga menjabat sebagai bendahara kampanye. Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas setiap dana yang terkumpul, panitia akan secara berkala mempublikasikan laporan penggunaan dana melalui berbagai saluran komunikasi resmi, termasuk nomor WhatsApp 0852 2086 4913 yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan kampanye dan penggunaan bantuan. Nomor kontak bendahara juga dapat dihubungi melalui 0822 7658 5206 untuk pertanyaan terkait administrasi donasi.

Tim penyelenggara menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang terkumpul akan segera didistribusikan langsung ke lokasi terdampak bencana, dengan prioritas kepada keluarga yang paling membutuhkan seperti lansia, anak-anak, dan keluarga yang kehilangan semua harta benda akibat banjir. Selain memberikan bantuan materi, para seniman juga berencana untuk mengadakan kegiatan edukatif dan rekreasi kecil bagi anak-anak korban bencana sebagai bentuk dukungan psikologis dan untuk memberikan semangat baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Para seniman komedi akan menyuguhkan pertunjukan ringan, sementara penggiat seni sedih dan sosial akan mengadakan sesi berbagi cerita dan karya untuk membantu korban mengekspresikan perasaan dan menemukan kekuatan dalam kesulitan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik korban, melainkan juga membangun semangat kebersamaan dan harapan dalam menghadapi masa depan pasca bencana.

Kampanye “Pray For Aceh” dari Seniman Aceh Timur menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di masyarakat Aceh. Panitia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari dalam maupun luar Provinsi Aceh, untuk dapat berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan ini. Setiap bentuk kontribusi, tidak peduli sebesar apa pun, akan memiliki arti besar bagi kelangsungan hidup dan pemulihan kondisi korban bencana. Selain itu, kampanye ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan individu untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan lainnya, sehingga dapat membangun jaringan solidaritas yang lebih luas dan kuat untuk menghadapi tantangan bencana alam di masa mendatang

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *