Global detik.com | ACEH TIMUR – Rabu, 16 September 2026, Bapak Andianto, salah satu kepala tukang yang bekerja pada lokasi pekerjaan yang berada di lingkungan RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, menyampaikan keterangan secara terbuka menanggapi pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media Online secara daring atau melalui jaringan internet. Pemberitaan tersebut menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan ketiadaan papan informasi publik serta penerapan keselamatan di tempat kerja, sehingga beliau merasa perlu memberikan penjelasan apa adanya sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi di lapangan agar tidak muncul kesalahpahaman di kalangan masyarakat luas.
Beliau menyatakan bahwa hal yang disorot dalam pemberitaan tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan aturan keselamatan kerja serta keberadaan papan informasi pelayanan publik yang seharusnya terpasang dan dapat dilihat dengan jelas pada seluruh area lokasi pekerjaan. Papan informasi publik tersebut sebenarnya sudah dicetak dengan lengkap dan memuat keterangan yang jelas sesuai dengan data rinci mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan, dan pada awalnya juga sudah dipasang dengan benar pada tempat yang ditentukan di lokasi pekerjaan.
Namun demikian, karena situasi pekerjaan yang berjalan padat dan para pihak yang bekerja sangat sibuk melaksanakan tugas masing-masing, tanpa diketahui secara pasti kapan dan bagaimana hal itu terjadi, papan informasi publik tersebut ternyata sudah jatuh dari tempat pemasangannya. Akibat peristiwa tersebut, papan yang seharusnya dapat dilihat dan dibaca oleh siapa saja yang berada di lokasi kini tidak terlihat, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah papan informasi publik itu tidak pernah dipasang sama sekali.

Terkait penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, ditegaskan bahwa pihak CV yang menangani pekerjaan ini sudah menyediakan segala perlengkapan yang dibutuhkan terkait keamanan dan keselamatan para pihak yang bekerja di lapangan. Tidak ada kelalaian dalam hal penyediaan sarana pelindung, karena semuanya sudah disiapkan dan tersedia di lokasi untuk digunakan oleh setiap orang yang bertugas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
Untuk pengawasan dari pihak rumah sakit sendiri, tim yang ditunjuk dari RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak memastikan bahwa segala ketentuan yang berkaitan dengan K3 dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku guna menjaga keselamatan, keamanan, serta kesehatan seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini. Secara intensif, pihak CV selaku pelaksana dan pihak rumah sakit selaku pengawas sudah melakukan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan di lapangan.
Akan tetapi, di dalam pelaksanaan yang berlangsung di lapangan memang masih didapati adanya pihak yang bekerja yang tidak memakai perlengkapan keselamatan yang sudah disediakan tersebut. Terdapat beberapa orang yang merasa risih saat memakainya, serta menganggap terasa panas dan tidak nyaman digunakan saat bekerja, sehingga ada di antara mereka yang memilih untuk tidak memakai alat pelindung diri padahal alat itu sudah tersedia dan seharusnya digunakan demi keselamatan bersama.
Bapak Andianto juga menyampaikan bahwa ke depannya akan lebih memperhatikan dengan sungguh-sungguh kondisi para pihak yang bekerja serta keseluruhan lingkungan tempat pekerjaan berlangsung, agar semuanya sesuai dengan ketentuan K3 yang harus diterapkan dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan yang akan datang. Selain itu, papan informasi publik terkait kegiatan pembangunan ini akan dipasang kembali dengan kokoh dan kuat, serta ditempatkan pada posisi yang dapat terlihat jelas dan mudah dibaca oleh semua orang. Demikianlah Bapak Andianto menyampaikan klarifikasi lengkap terkait pemberitaan yang dimuat tersebut.

