GLOBALDETIK.COM|ACEH UTARA-Bupati Aceh Utara diwakili oleh Sekda Dr A Murtala, MSi, melakukan tinjauan pasar untuk memantau harga sembako dan kebutuhan bahan pangan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kota Pantonlabu.
Dalam pantauan Globaldetik.com di lapangan,kegiatan ini turut juga hadir dan mendampingi Sekda di antaranya Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, SH, SIK, Plt Asisten II Setdakab Samsul Rizal, ST, MSi, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kusairi, ST, MSM, pejabat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Utara, dan pejabat terkait lainnya. Sekda turut meninjau ke pasar ikan dan daging, pasar sayur, dan kedai-kedai kelontong untuk monitoring harga barang kebutuhan pokok masyarakat.
“Sejauh ini, harga bahan-bahan kebutuhan pokok, termasuk harga daging sapi, tercatat cukup stabil. Harga daging sapi pada kisaran Rp.150 ribu per kilogram. Bahan-bahan kebutuhan pokok juga terpantau cukup tersedia di pasar-pasar,” ungkap Murtala.
Data yang dirilis oleh Tim Pengawasan Pengendalian Inflasi Daerah (PPID) Kabupaten Aceh Utara pada Rabu, 26 Februari 2025, mencatat bahwa harga sebanyak 33 jenis bahan kebutuhan masyarakat cukup stabil. Lonjakan ringan hanya terjadi pada daging ayam ras, di mana sebelumnya Rp.25 ribu per kilogram naik menjadi Rp.28 ribu per kilogram. Selain itu, bawang merah naik dari Rp.30 ribu menjadi Rp.32 ribu per kilogram. Juga cabe merah keriting naik dari Rp.38 ribu menjadi Rp.40 ribu per kilogram.
Sedangkan sebanyak 30 bahan kebutuhan lainnya terpantau harganya normal atau stabil. Seperti beras kualitas medium Rp.13 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp.26 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp.16.200 per kilogram, gula pasir Rp.18 ribu per kilogram, daging sapi kualitas 1 Rp.150 ribu per kilogram, udang segar ukuran sedang Rp.70 ribu per kilogram, dan ikan kembung Rp.50 ribu per kilogram.
Kita berharap harga dan kebutuhan bahan pokok selalu stabil selama bulan Ramadhan ini dan seterusnya, dan kita juga akan terus memantau keadaan harga dan pasar untuk menstabilkan keadaan pasar di kabupaten Aceh Utara.ungkap Murtala.
(AR)

