Globaldetik.com | banda Aceh – Menyambut datangnya Idul Fitri 1446 H yang jatuh pada tanggal 31 Maret – 1 April 2025, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Aceh, Bapak Dimas KHS AMF SH, juga pimpinan media harian RI menunjukkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dengan menggelar acara silaturahmi dan berbagi bersama para pengurus dan jurnalis IWOI Aceh. Acara yang berlangsung di sekretariat IWOI Aceh pada Kamis, 27 Maret 2025, ini merupakan tradisi tahunan yang telah dijalankan selama tiga tahun berturut-turut.
Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pertemuan tersebut. Ketua IWOI Aceh, Bapak Dimas, dengan ramah menyapa dan berbincang dengan setiap anggota yang hadir. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk dapat berbagi kebahagiaan Idul Fitri bersama rekan-rekan seprofesi yang telah dianggapnya sebagai keluarga. Lebih dari sekadar rekan kerja, para jurnalis ini dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan karir dan hidupnya.
“Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan melawan hawa nafsu, tetapi juga tentang kemenangan kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Bapak Dimas mengawali sambutannya. “Di momen yang penuh berkah ini, saya ingin berbagi sedikit kebahagiaan dengan keluarga besar IWOI Aceh. Semoga apa yang kita bagikan dapat menambah keceriaan dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.”
Dalam acara tersebut, Bapak Dimas memberikan bingkisan sederhana kepada para jurnalis yang hadir. Meskipun isinya hanya berupa dua botol sirup dan sejumlah uang tunai sebagai tambahan untuk membeli daging, namun hadiah tersebut sarat makna dan simbolis. Hal ini bukan tentang nilai materi, tetapi lebih kepada ungkapan rasa syukur, kepedulian, dan kebersamaan yang ingin dijaga dan dipertahankan.
“Saya menyadari bahwa apa yang diberikan mungkin tidak seberapa,” kata Bapak Dimas dengan rendah hati. “Namun, ini adalah bentuk apresiasi saya atas dedikasi dan kerja keras rekan-rekan jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Semoga silaturahmi ini dapat terus memperkuat ikatan persaudaraan dan kebersamaan kita, baik dalam suka maupun duka.”
Lebih lanjut, Bapak Dimas menjelaskan bahwa pembagian bingkisan difokuskan kepada para pengurus dan jurnalis IWOI Aceh yang sedang bertugas di sekretariat pada hari itu, sekitar 15 orang. Hal ini bukan berarti adanya diskriminasi atau pilih kasih, melainkan karena keterbatasan waktu dan sumber daya. Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kekeluargaan di IWOI Aceh akan terus dijaga dan dibina, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama, menandai berakhirnya pertemuan penuh makna tersebut. Semoga tradisi berbagi dan silaturahmi ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, menjadikan IWOI Aceh sebagai organisasi yang solid dan penuh kekeluargaan

