(Ilustrasi)

Aceh Tamiang, Globaldetik.com – Oknum Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Kabupaten Aceh Tamiang berinisial T dari salah satu Partai Nasional (Parnas) dilaporkan ke Polres setempat.

Oknum Bacaleg tersebut diduga telah melakukan penipuan bantuan program pembangunan rumah dhuafa.

Setelah didapati informasi dari beberapa sumber dan ternyata oknum tersebut berhasil meraup keuntungan dari program itu berjumlah hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu disampaikan oleh pelapor berinisial F pada, Selasa 3 September 2023, kemarin.

“Saya melaporkan oknum Bacaleg Parnas di Aceh Tamiang atas dugaan penipuan program bantuan pembangunan rumah dhuafa,” ujar F.

Ia menjelaskan, awalnya pada sekitar Bulan Februari 2023, T menawarkan pembangunan rumah dhuafa itu.

“Rumah itu merupakan bantuan dari anggota DPR RI yang akan dibangun pada tahun 2023,” Ujarnya.

Namun lanjutnya, untuk dapat membangun rumah itu harus menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp 10 Juta.

“Kita tertarik dan percaya, apalagi yang menawarkan salah satu caleg, yang dimana saya juga bagian dari partai itu,” Katanya F.

Tawaran itu pun disampaikan kepada sejumlah Masyarakat, tambahnya.

“Ada 30 orang yang minat dan menyetorkan uang, totalnya Rp 300 Juta. Saya yang langsung kasih uang itu ke T, dan buktinya juga ada,” jelas F.

Berjalannya waktu, hingga sampai bulan Oktober bulan ini rumah yang dijanjikan tidak kunjung dibangun juga.

“Setelah kami cari tau ternyata bantuan rumah dhuafa tersebut tidak benar ada” Katanya lagi.

“Kami juga telah berupaya meminta uang kembali, dan sudah berulang kali saya lakukan namun tidak juga mendapatkan hasil,” Ucap F.

Hingga akhirnya F melaporkan kasus tersebut ke Polres Aceh Tamiang.

Sumber dari Kepolisian yang dikonfirmasi membenarkan perihal laporan tersebut.

“Iya benar, ada laporan itu pada Selasa 3 September 2023, Kemarin” Katanya.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan selengkapnya dari pihak kepolisian setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *