GLOBALDETIK.COM | Banda Aceh – Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kabarkan duka yang mendalam menyelimuti Aceh dengan kepergian Teungku H. Usman bin Ali, yang dikenal sebagai Abu Kuta Krueng, pada Kamis, 13 Februari 2025, pukul 04.30 WIB di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Ulama kharismatik berusia 84 tahun ini telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk pendidikan agama dan kemajuan masyarakat Aceh. Beliau adalah pemimpin Dayah Darul Munawwarah di Pidie Jaya, dikenal karena kealiman, kebijaksanaan, dan kepemimpinannya yang luar biasa. Berkat bimbingannya, Dayah Darul Munawwarah berkembang pesat, melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Abu Kuta Krueng tidak hanya mengajarkan ilmu agama secara mendalam, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian para santrinya dengan metode pengajaran yang humanis dan penuh hikmah, memadukan ajaran agama dengan kearifan lokal Aceh. Selain dedikasinya di Dayah, beliau juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, selalu siap memberikan nasihat dan bimbingan, serta berperan sebagai penengah dalam berbagai permasalahan. Beberapa bulan sebelum wafatnya, beliau menjalani perawatan di luar negeri sebelum akhirnya kembali ke Aceh untuk perawatan intensif. Pemakamannya di kompleks Dayah Darul Munawwarah dihadiri ribuan pelayat, menggambarkan besarnya rasa kehilangan dan penghormatan yang diberikan kepadanya.
Ungkapan Duka Cita dari Teuku Mustafa Ab, Pimpinan Redaksi globaldetik.com:
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Rasa kehilangan yang amat mendalam menyelimuti saya dan seluruh tim globaldetik.com atas kepergian Abuya Kuta Krueng. Kabar duka ini begitu menyayat hati, karena kami bukan hanya kehilangan seorang ulama besar, tetapi juga seorang ayah, seorang guru, dan seorang sahabat yang selalu memberikan inspirasi dan bimbingan.
Selama bertahun-tahun, kami di globaldetik.com memiliki kehormatan untuk mengenal beliau. Kami menyaksikan langsung bagaimana beliau dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mendidik generasi muda Aceh, menanamkan nilai-nilai agama yang luhur, dan membimbing mereka menuju jalan yang benar.
Lebih dari sekedar ilmu agama, Abuya Kuta Krueng mengajarkan kita tentang arti kepemimpinan yang sejati, penuh kasih sayang, dan selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Beliau adalah teladan bagi kami, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menekankan pentingnya toleransi, persatuan, dan kedamaian di tengah keberagaman.

Saya masih teringat jelas senyum beliau yang ramah, kata-kata bijaknya yang selalu menenangkan, dan nasihat-nasihatnya yang penuh hikmah. Beliau selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah, memberikan solusi, dan membimbing kita dengan penuh kesabaran.
Kesederhanaan dan kerendahan hati beliau merupakan teladan yang patut kita contoh Kepergian beliau meninggalkan kekosongan yang sangat besar, namun warisan ilmu, akhlak mulia, dan semangat beliau akan tetap hidup dan terus menginspirasi generasi penerus Aceh dan Indonesia
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah beliau, menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya, memberikan rahmat dan ampunan yang luas, serta memberikan kesabaran serta ketabahan kepada keluarga, santri, dan seluruh rakyat Aceh yang ditinggalkan nya
kami juga selalu menyertai mengirim doa kepada beliau
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada keluarga dan seluruh yang ditinggalkan untuk menghadapi cobaan ini. Semoga amal jariyah beliau terus mengalir dan menjadi amal sholeh untuk keluarga yang ditinggalkan. Selamat jalan, Ulama kami
Abu akan selalu dikenang dan dirindukan.”oleh rakyat Aceh seluruh Negeri

