GLOBALDETIK.COM | Sukabumi – Tragedi memilukan mengguncang Sukabumi. Santi alias Zahra (40 tahun) dan anaknya, Nurul (3), ditemukan tewas berpelukan, menjadi korban banjir bandang yang menerjang Palabuhanratu pada Kamis, 6 Maret 2025. Penemuan jenazah mereka pada Jumat, 7 Maret 2025 pukul 13.30 WIB di antara puing-puing bangunan dan tumpukan sampah, sekitar 5 meter dari rumah mereka, mengungkap kepedihan mendalam yang dialami keluarga. Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah, menggambarkan kesulitan evakuasi karena medan yang dipenuhi sampah dan puing-puing. “Kedua korban bisa ditemukan bersama-sama ini ibu dan anak kalau untuk kesulitannya seperti yang lihat di belakang banyak sekali sampah tumpukan sampah kita temukan terkubur di dalam tumpukan sampah,” jelasnya. Ibu dan anak itu diduga terjatuh dari rumah mereka saat air bah menerjang dengan deras.

Tragedi ini tak hanya menyisakan duka, tetapi juga memicu kontroversi. Suami korban, Aang, menjadi sasaran kemarahan warga yang beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral, terlihat beberapa warga melampiaskan emosi mereka dengan meneriakkan cacian kepada Aang. Mereka menudingnya bersikap acuh tak acuh, lebih mementingkan urusan berdagang daripada mencari istri dan anaknya yang hilang. Tuduhan ini diperkuat oleh pernyataan Aang sendiri yang terekam dalam video di Facebook-nya, di mana ia mengklaim istri dan anaknya selamat dan telah mengungsi ke Cikakak. Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza, membenarkan hal ini. “Semalam saya cek langsung ke pasar, saya tanya ke dia soal anak dan istrinya. Dia bilang istrinya sudah pulang ke Cikakak. Jawabannya selalu sama setiap kali ditanya,” kata Reza.

Namun, penemuan jenazah Santi dan Nurul membongkar kebohongan Aang. Warga semakin geram melihat Aang yang tetap menjalankan aktivitasnya di toko kelontongan tanpa menunjukkan rasa sedih atau kepedulian. Ekspresi wajahnya yang tenang di tengah duka yang mendalam memicu kecaman. Situasi sempat memanas hingga polisi terpaksa mengamankan Aang untuk mencegah tindakan anarkis warga. Ada pula kabar yang menyebutkan warga yang membawa Aang untuk diperiksa di Polsek Pelabuhanratu.

Penyelidikan polisi terhadap Aang masih berlangsung. Video yang beredar luas telah memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang mengecam sikap Aang, sementara yang lain meminta agar tidak langsung menghakimi karena mungkin ada kesalahpahaman. Beragam komentar bermunculan, mencerminkan beragam reaksi dan perspektif masyarakat. Beberapa komentar warganet antara lain: “Liat video pas dievakuasinya sedih bgt yaAllah kasih sayang seorang ibu, anaknya didekap Al-Fatihah udh almarhumah ” “Kehilangan istri sm anak ehh lakinya santai2 aja….justru warga malah peduli ” “Masalahnya bapak ini ga ada muka muka merasa bersalah atau sedih istri dan anaknya ga ada ,” “Parah ini bapaknya,” “Musibah ga ada yg tau, Mau nangis juga ga hidup lagi… Sabar ya pak,,,, anak istri mu di ambil sang pencipta ke surga,” “Sebelum kita menghakimi, apakah kita berada di posisi Bapak tersebut? Berdagang juga dalam rangka jihad mencari nafkah keluarga. Bapaknya terlihat tenang mungkin karena memahami bahwa itu ujian. Kita tidak tau sesakit apa rasa di dada Beliau. Memang mudah menghakimi seseorang,”

Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 6-7 Maret 2025 di 26 kecamatan di Kabupaten Sukabumi telah menimbulkan dampak yang sangat luas. Data sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan 157 KK (328 jiwa) mengungsi, 3 orang meninggal dunia (1 dari Kecamatan Simpenan dan 2 dari Kecamatan Palabuhanratu), dan 5 orang masih hilang (2 di Kecamatan Simpenan dan 3 di Kecamatan Lengkong). Sebanyak 26 rumah rusak, 7 di antaranya rusak berat. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Kadudampit, Curug Kembar, Simpenan, Palabuhanratu, Waluran, Bantargadung, Cisaat, Cikembar, Warungkiara, Sagaranten, Lengkong, Jampang Tengah, Ciemas, Cimanggu, Pabuaran, Gunungguruh, Cikakak, Cicantayan, Cisolok, Sukaraja, Caringin, Cikidang, Jampang Kulon, Purabaya, Cidadap, dan Surade. Tragedi ini menyisakan duka mendalam dan pertanyaan yang masih harus dijawab. Pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan, sementara penyelidikan terhadap suami korban terus berlanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *