GLOBALDETIK.COM | Tanjungbalai Pada Jumat (14/2), pukul 18.15 WIB, sebuah peristiwa menggemparkan terjadi di Tanjungbalai Karimun. Sebuah kebakaran dahsyat melanda kawasan Baran, Jalan A Yani, Kecamatan Meral. Api dengan cepat membesar, menjilat satu unit rumah toko yang berada di pinggir jalan dan biasa menjual bahan bakar minyak (BBM). Kejadian ini menggemparkan warga sekitar yang tengah menikmati aktivitas sore hari. Api berkobar dengan cepat, membumbung tinggi ke langit senja, terlihat dari kejauhan, menciptakan pemandangan yang mengerikan dan mencekam. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menandakan besarnya api yang berkobar dan membahayakan lingkungan sekitar.
Salah seorang warga Meral, Budi, menceritakan pengalamannya menyaksikan peristiwa tersebut. “Ketika akan pulang ke rumah di Meral, pas di Baran terlihat kepulan asap. Warga yang melalui jalan tersebut sudah ramai berada di sekitar lokasi melihat kebakaran kios minyak yang terbakar,” ujarnya. Budi menambahkan bahwa ia langsung berhenti dan bergabung dengan warga lainnya untuk menyaksikan peristiwa tersebut dari jarak aman. Kepulan asap hitam pekat yang semakin membesar, menambah kepanikan warga yang menyaksikan amuk api yang semakin tak terkendali.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa kebakaran kios milik Pak Ahun (biasa disapa warga sekitar) juga menimbulkan tiga kali ledakan. Kemungkinan disebabkan drum-drum minyak yang ada di bangunan yang terbakar tersebut. Ledakan-ledakan tersebut menambah kepanikan warga dan menyulitkan upaya pemadaman awal. Suara ledakan yang keras terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari lokasi kejadian, menyebarkan rasa takut dan kekhawatiran di antara warga sekitar.
Akibat kebakaran tersebut, selain bangunan utama yang hancur terbakar, sebuah sepeda motor juga hangus terbakar. Barang berharga lainnya yang berada di dalam rumah toko tersebut juga ikut menjadi korban amuk api. Kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan rupiah, sebuah kehilangan yang sangat besar bagi pemilik usaha. Petugas kepolisian telah memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian dan menyelidiki penyebab kebakaran. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dalam peristiwa kebakaran ini, beberapa orang petugas pemadam kebakaran ikut menjadi korban luka bakar. Kondisi mereka belum diketahui pasti saat berita ini diturunkan, namun mereka sudah langsung dibawa dengan mobil dinas BPBD dan Damkar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai. Budi, sebagai saksi mata, berharap para petugas tersebut dapat segera pulih dan mendapatkan perawatan terbaik.
Kabid Penyelamatan dan Damkar BPBD Damkar Kabupaten Karimun, Hendra Hidayat, membenarkan adanya kebakaran di Baran, Kecamatan Meral. “Kita dapat informasi dari warga langsung menurunkan tim pemadam dan mobil Damkar ke lokasi. Di lokasi kebakaran juga sudah ada bantuan dari mobil truk air untuk membantu memadamkan api,” ungkapnya. Hendra menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memadamkan api dan menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung hingga beberapa jam, menunjukkan betapa besar dan sulitnya upaya untuk memadamkan api yang telah berkobar dengan hebat
(Red)

