GLOBALDETIK.COM | Aceh Utara- Harga kelapa bulat dan santan di Pasar Rakyat Kota Panton Labu Aceh Utara mengalami kenaikan yang sangat tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Dari harga Rp 5000 Per Kilogram menjadi Rp 8000 Kilogram akhir-akhir ini.
Mustafa(45)seorang pedagang kelapa dan santan di Pasar Rakyat Kota Panton Labu, menuturkan kenaikan harga kelapa didorong meningkatnya permintaan masyarakat terhadap santan kelapa yang merupakan salah satu bahan berbagai menu khas Ramadhan.
“Sebelumnya, harga santan kelapa hanya Rp 5000 Per Kilogram. Sekarang jadi Rp 8000 Per Kilogram dan belum turun hingga sekarang.
Meski harga melonjak, daya beli masyarakat tetap stabil karena kelapa masih menjadi kebutuhan pokok,”tutur Mustafa,Selasa 18/3/2025.
Informasi yang diperoleh Globaldetik.com dibeberapa tempat penjualan kelapa dan santan,menyebutkan bahwa salah satu penyebab kenaikan harga ini adalah meningkatnya pengiriman kelapa ke luar daerah seperti ke Medan (Sumut) yang berdampak pada berkurangnya stock kelapa di seputaran kota Panton Labu dan sekitarnya.
Kenaikan harga ini dikhawatirkan akan terus berlanjut jika pasokan kelapa masih sulit didapat. Para pedagang berharap ada solusi dari pemerintah atau pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan kelapa agar harga kembali stabil.
Naiknya harga kelapa dan santan juga dikeluhkan Emak-emak dan pelaku UMKM dikota ujung timur Kabupaten Aceh Utara ini.
Sebab santan menjadi bahan baku masakan di rumah untuk meningkatkan cita rasa hidangan apalagi saat Bulan suci Ramadhan.
Fatimah(35) salah satu pelaku UMKM yang sering membeli santan menjadi bahan yang sering digunakan dalam membuat berbagai macam kue. Namun dengan semakin naiknya harga santan menyebabkan ia mengurangi konsumsi bahan yang menggunakan santan.
“Saya gunakan santan utuk membuat berbagai macam kue dalam kapasitas besar,
tapi akhir-akhir ini terpaksa dikurangi,”kata Fatimah.
Hal senada diungkapkan Jamaliah(IRT), juga merasakan dampaknya. Ia mengaku tidak bisa mengurangi penggunaan santan dalam masakannya,apalagi karena anggota keluarganya menyukai cita rasa yang sudah ada.
“Santan ini bahan utama di beberapa menu saya,tidak mungkin dikurangi karena bisa mengubah cita rasa makanan,”ungkapnya.
(AR)

