ACEH TAMIANG, GLOBALDETIK.com – Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, dua dokter yaitu Dr. Isfyanto, Sp.M spesialis Mata dan Dr. Rinesia Dwiputri, SpAK spesialis Akupuntur yang berasal dari wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) terjun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at (2/1/2026).

Kehadiran pasangan dokter tersebut mewakili para donatur dari Perhimpunan Dokter Spesial Mata Indonesia (PERDAMI) Riau Kepri dan Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI) yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik dibeberapa tempat yang berbeda, yakni; Dusun Graha Satelit Kampung Perkebunan Tanah Terban, Dusun Murni Kampung Bandar Mahligai Kecamatan Sekerak dan Dusun Bahagia Kampung Bundar Kecamatan Karang Baru.

Kedua dokter tersebut bergerak menyisir titik-titik pengungsian dengan membawa bantuan berupa Matras, Kompor Gas,  Kain Sarung, Pakaian Pria dan Wanita, Pakaian Dalam, Kelambu, Cangkul, Sekop, Makanan, Mukenah, Sajadah dan mesin pompa air.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga membawa pesan solidaritas dari rekan-rekan seprofesi di Riau dan Kepri. Kami melihat saudara-saudara kita di Aceh Tamiang sedang kesulitan, dan ini panggilan nurani kami adalah hadir di tengah mereka,” ujar dr. Isfyanto di lokasi pengungsian.

Lanjutnya ​Kondisi banjir di Aceh Tamiang memang sangat memperihatinkan dimana dampak banjir bandang yang membawa material log dan lumpur telah menerjang ribuan rumah warga di 12 Kecamatan di kabupaten tersebut.

“Kehadiran relawan dari luar daerah diharapkan dapat meringankan beban pemerintah daerah dan mempercepat masa pemulihan masyarakat Aceh Tamiang”, tambah dr. Isfyanto yang juga putra asli Aceh Tamiang.

Datok Penghulu Kampung Bandar Mahligai melalui Kepala Dusun Murni Ahmad Nawawi menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang datang jauh dari provinsi Riau dan Kepri tersebut.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sudah sebulan lebih berada ditenda pengungsian,” ujar Ahmad Nawawi.

Aksi ini diharapkan dapat memicu gelombang kepedulian dari pihak-pihak lain untuk turut berkontribusi dalam membantu masa pemulihan Aceh Tamiang pasca-bencana.

(Kabiro Aceh Tamiang – Andre)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *