Medan sumut -Ketua Globaldetik.acah Karang Taruna Kota Subulussalam, Wahda, secara resmi menyampaikan proposal Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Singkil–Kombih. Proposal tersebut disampaikan bersama sejumlah kepala kampong serta Forum Masyarakat DAS Singkil–Kombih sebagai bentuk kepedulian kolektif terhadap ancaman kerusakan lingkungan, erosi, dan banjir yang terus berulang.
Langkah ini menegaskan peran strategis Karang Taruna Kota Subulussalam sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat dalam isu lingkungan dan mitigasi bencana. Wahda menekankan bahwa kondisi hutan dan lahan di kawasan DAS Singkil–Kombih saat ini membutuhkan penanganan serius dan terencana.

“Kerusakan hutan dan lahan di wilayah DAS Singkil–Kombih tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Dibutuhkan program RHL terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan lembaga teknis,” ujar Wahda.

Kolaborasi Kampong dan Forum DAS
Proposal RHL tersebut dirumuskan bersama sejumlah kepala kampong yang berada di wilayah terdampak serta Forum Masyarakat DAS Singkil–Kombih. Kolaborasi ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam proposal tersebut, diusulkan sejumlah program strategis, di antaranya pembangunan DAM penahan, pembuatan sumur resapan, serta penguatan vegetasi penyangga DAS. Program-program ini ditujukan untuk mengantisipasi erosi, sedimentasi, dan banjir yang kerap melanda wilayah Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil.
Sejalan dengan Visi–Misi Wali Kota
Wahda menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Subulussalam yang menekankan pentingnya perbaikan hutan dan lahan, sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah DAS.
“RHL bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar ikut menjaga dan merawat lingkungan. Ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang dicanangkan Wali Kota Subulussalam,” tegasnya.
Menurut Wahda, masyarakat di wilayah DAS harus dilibatkan secara aktif melalui program padat karya, kebun bibit rakyat, serta edukasi lingkungan, sehingga manfaat RHL dapat dirasakan langsung oleh warga.
BPDAS Sambut Baik Usulan Subulussalam–Singkil
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) menyambut baik kedatangan tim dari Kota Subulussalam dan Aceh Singkil serta mengapresiasi inisiatif yang dibangun secara kolaboratif antara pemuda, kepala kampong, dan forum masyarakat.
Pihak BPDAS menilai proposal tersebut menunjukkan keseriusan daerah dalam menangani persoalan DAS secara menyeluruh dan berbasis kebutuhan lapangan.
“Usulan ini sangat positif karena lahir dari bawah dan melibatkan masyarakat langsung. Prinsip RHL memang harus kolaboratif agar berkelanjutan,” ujar perwakilan BPDAS.
Antisipasi Banjir dan Kerusakan Lingkungan
Wilayah DAS Singkil–Kombih selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan rawan banjir dan erosi. Kerusakan hutan di bagian hulu berdampak langsung pada meningkatnya debit air dan sedimentasi di wilayah hilir.
Melalui proposal RHL ini, Karang Taruna Kota Subulussalam berharap pemerintah pusat dan instansi terkait dapat memberikan dukungan nyata agar upaya pemulihan lingkungan dapat segera direalisasikan.
Langkah yang diinisiasi Wahda bersama Karang Taruna, kepala kampong, dan Forum DAS Singkil–Kombih ini diharapkan menjadi fondasi kuat pembangunan lingkungan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana ekologis di masa depan.))raja uli melaporkan dari Kota Medan sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *