Global Detik.com | ACEH – Jumat, 23 Januari 2026.
Sebagai bentuk partisipasi aktif jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh (kejadian 26 November 2025), mulai minggu depan pihaknya akan melakukan observasi dan investigasi di sejumlah wilayah yang terdampak banjir besar.
“Sesuai jadwal, mulai tanggal 26 Januari – 15 Februari, Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh akan melakukan observasi dan investigasi langsung ke lapangan di sejumlah wilayah yang terdampak, yang meliputi Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bener Meriah,” kata Masri selaku Ketua Aliansi Pers (Jumat, 22/1).
Menurut Masri, kegiatan observasi lapangan dan investigasi yang pertama dilakukan akan melibatkan ratusan wartawan/jurnalis yang bergabung dalam Aliansi Pers. Langkah tersebut sebagai bentuk tindak lanjut informasi serta keluhan korban yang terdampak banjir yang disampaikan kepada Aliansi Pers.
“Selama dua minggu ini kami sudah menerima beberapa aduan dan informasi dari korban terdampak. Selanjutnya kami mengumpulkan data serta kajian sebagai bahan observasi dan investigasi. Insya Allah, sekitar 100 lebih anggota Aliansi akan terjun ke lapangan,” ujar Masri.
Masri menyebutkan, selain menindaklanjuti keluhan korban terdampak, Aliansi Pers juga ingin mengetahui progres dan perkembangan penanganan pasca banjir, terkait metode pendataan yang dilakukan petugas, pembangunan rumah sementara, maupun pemenuhan kebutuhan mendasar korban terdampak.
“Selain melakukan investigasi, kita juga ingin mengetahui progres penanganan serta pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak seperti makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, dan lainnya,” sebutnya.
Ia juga menjelaskan, kegiatan observasi dan investigasi yang akan dilakukan oleh tim Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon akan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan imparsialitas. Setelah dikaji, hasil investigasi baru dilakukan diseminasi.
“Dalam proses investigasi dan observasi lapangan, tetap akan mengedepankan kerja profesionalitas, akuntabilitas, maupun imparsialitas. Setelah itu baru kami memublikasikan atau menyebarluaskan melalui berbagai platform media serta merekomendasikan kepada pihak terkait,” tutup Masri

