Aceh Tamiang | Globaldetik.com  — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Irsyad atas kepeduliannya dalam membantu pemulihan pascabencana di Bumi Muda Sedia.

​Hal tersebut disampaikan saat prosesi serah terima bantuan program Rumoh Aceh Mandiri kepada warga korban banjir, yang dipusatkan di Kampung Alur Manis, Kecamatan Rantau, pada Minggu (28/06/2026).

​Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE, I, dalam sambutannya menyatakan bahwa bantuan hunian ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

​”Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LAZNAS Al Irsyad dan segenap donatur. Bantuan Rumoh Aceh Mandiri ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi memberikan harapan baru dan semangat untuk bangkit bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” ujar Wabup.

 

​Di sisi lain, program Rumoh Aceh Mandiri ini dirancang khusus dengan memperhatikan kearifan lokal serta kebutuhan para penyintas bencana. Wakil Direktur LAZNAS Al Irsyad, Zaid Al Hadadi, menjelaskan bahwa pembangunan hunian ini dilakukan secara gotong royong agar mampu memberikan kenyamanan serta keamanan jangka panjang bagi para penerima manfaat.

​”Alhamdulillah, total sebanyak 54 unit rumah hunian telah selesai kami bangun yang tersebar di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Rantau, Bendahara, dan Karang Baru,” terang Zaid.

​Saat ini, Pemkab Aceh Tamiang memang terus menggeser fokus penanganan dari masa tanggap darurat menuju tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Sinergi dengan lembaga kemanusiaan seperti LAZNAS Al Irsyad dinilai menjadi akselerator penting dalam percepatan pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak.

​Turut hadir dalam acara serah terima tersebut unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, aparatur kampung, jajaran pengurus LAZNAS Al Irsyad, serta tamu undangan lainnya.

​Acara kemudian ditutup secara simbolis dengan prosesi pemotongan pita pada salah satu rumah hunian, dilanjutkan dengan sesi foto bersama warga penerima manfaat. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *